Suasana penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/11). Pada perdagangan hari ini berakhir memerah setelah kemarin berhasil mencetak rekor tertinggi. Bursa saham Tanah Air ditutup turun ke level 6.049,38 atau melemah 11,07 poin setara dengan 0,18%. AKTUAL/Tino Oktaviano

JAkarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sesi pagi Kamis ini bergerak mudah berubah seiring kekhawatiran berlanjutnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang masih kuat.

IHSG sempat dibuka menguat tipis 4,58 poin atau 0,07 persen menjadi 6.257,55. Namun tak lama berselang, IHSG berbalik arah ke area negatif atau melemah 0,13 persen menjadi 6.245,01.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan IHSG bergerak mudah berubah di tengah sentimen perang dagang yang relatif masih panas.

“Donald Trump menegaskan posisinya untuk tidak akan mundur ‘mengejar’ China, meskipun akan berdampak pada ekonomi AS. Sekali lagi menandai bahwa perang dagang AS-China akan terus berlanjut dan akan memakan waktu yang lama,” katanya, Kamis (22/8).

Ia menambahkan, Amerika Serikat juga telah menjual persenjataan kepada Taiwan, situasi turut mengundang protes dari Beijing.

Dari dalam negeri, lanjut dia, pelaku pasar saham juga dipengaruhi oleh adanya kekhawatiran daya saing ekspor Indonesia karena barang-barang China di pasar global yang murah, sehingga dapat memperberat kinerja ekspor Indonesia yang akhirnya berdampak pada defisit transaksi berjalan Indonesia.

(Abdul Hamid)