Suasana museum Bursa Efek Indoneaia (BEI) di Jakarta, Kamis (26/4). Kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang masih akan berlangsung hingga tahun depan serta imbal hasil surat utang AS yang menembus level psikologis menyebabkan pasar saham Asia meriang sepekan ini. IHSG turun 2,81% ke 5.909. IHSG menggenapi penurunan sepekan atau lima hari perdagangan berturut-turut. Kamis (26/4), Dalam lima hari penurunan, IHSG merosot 7,03%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (18/10), dibuka melemah terpengaruh hubungan Amerika Serikat (AS)-China.

IHSG BEI dibuka melemah 18,49 poin atau 0,32 persen menjadi 5.850,12. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,60 poin atau 0,50 persen menjadi 924,04.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah, mengatakan hubungan Amerika Serikat dan China yang terus memburuk, menjadi salah satu faktor rintangan bagi bursa saham global, termasuk IHSG.

“Selain persaingan perdagangan, juga membuka jalan konflik yang meningkat di banyak bidang termasuk penguasaan keamanan oleh AS di wilayah laut China Selatan,” katanya di Jakarta, Kamis.

Kendati demikian, ia mengatakan, musim publikasi laporan laba perusahaan untuk periode kuartal ketiga 2018 setidaknya diharapkan masih dapat menahan IHSG dari pelemahan.

Selain itu, lanjut dia, sentimen positif juga datang dari defisit anggaran yang diperkirakan lebih kecil dari dua persen per produk domestik bruto (PDB) yakni di kisaran 1,83-2.04 persen.

“Defisit anggaran yang mengecil akan membantu mengurangi beban pinjaman dan memperkuat nilai tukar rupiah yang akhirnya berdampak positif pada pasar saham,” katanya.

Bursa regional, di antaranya Indeks Nikkei melemah 96,89 poin (0,42 persen) ke 22.744,22, Indeks Hang Seng melemah 6,58 poin (0,03 persen) ke 25.455,68, dan Indeks Strait Times melemah 19,41 poin (0,63 persen) ke posisi 3.051,69.

 

Ant.

()