Jakarta, Aktual.com – Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Beni Pramula, menilai aksi teror di Pos Polisi dan Starbucks Coffee, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) siang, tidak bisa dilepaskan dari persekongkolan jahat elit dengan asing. Mereka bersekongkol demi keserakahan dan kepentingan asing di negeri ini.

“Pelaku pada aksi teror tersebut hanya boneka untuk kirim pesan, pelaku hanya pemain antara yang ditunggangi oleh kepentingan yang lebih besar,” tegas Beni dalam keterangan tertulisnya, ditulis Jumat (15/1).

Diungkapkan dia, setahun pemerintahan Joko Widodo, masyarakat justru dibawa dalam kondisi yang tidak aman bahkan dalam bahaya. Sebab, sektor-sektor strategis nasional semakin dikuasai asing. Jumlah hutang Indonesia juga terus mengalami pertambahan secara signifikan.

“Kemiskinan terus meningkat, pengangguran bertambah dan merajalela, negara tidak berdaulat lagi akibat lemahnya kepemimpinan nasional,” jelas Beni yang juga Presidium Aliansi Tarik Mandat (ATM) Jokowi-JK.

Pihaknya mengutuk tindakan teror dan pemboman yang menyebabkan tujuh orang tewas dan melukai puluhan laonnya. Akan tetapi selayaknya publik juga harus mengutuk tindakan elit yang bersekongkol dengan asing dan para kapital-liberalis yang membuat bangsa ini tidak berdaulat lagi.

Salah satu jalan yang bisa ditempuh agar Indonesia berdaulat di segala bidang, lanjut dia, adalah dengan mengembalikan cita-cita awal kemerdekaan.

“Kembali ke UUD 1945 Asli dan Tarik Mandat Rezim Pro-Asing, pro kapitalis-liberalis dan rezim lemah saat ini,” demikian Beni.

()