Seorang sedang menjemur biji pinang

Jakarta, Aktual.com– Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bersama Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah dan Pemerintah Provinsi Jambi memfasilitasi pelepasan ekspor perdana komoditas pinang oleh PT Best Star Indonesia ke Arab Saudi di Jambi.

“Kami mengapresiasi sinergi KJRI Jeddah, ITPC Jeddah, Pemerintah Provinsi Jambi, dan PT Best Star Indonesia yang telah bekerja sama menyelenggarakan pelepasan produk ekspor perdana komoditas pinang ke Jeddah hari ini,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi lewat keterangannya diterima di Jakarta, Sabtu (25/9).

Ia berharap program pelepasan ekspor akan menjadi program berkelanjutan, tidak hanya ke Arab Saudi, tetapi juga ke negara tujuan ekspor lainnya.

Jumlah pinang yang diekspor sebanyak 18 ton dengan total nilai mencapai 1,5 juta dolar AS.

Didi mengatakan, pinang merupakan salah satu komoditas ekspor dengan tren pertumbuhan yang positif, khususnya dalam tiga tahun terakhir. Pada 2018, total ekspor pinang ke negara-negara dunia tercatat sebesar 4,2 juta dolar AS dan meningkat menjadi 11 juta dolar AS pada 2020.

“Ini adalah pekerjaan rumah bersama untuk dapat meningkatkan promosi produk pinang, khususnya di pasar Arab Saudi,” ujar Didi.

Didi mengungkapkan, pinang yang diimpor dari Indonesia umumnya dipakai ekspatriat Asia Selatan yang tinggal di Arab Saudi untuk “nyirih”. “Nyirih” adalah cara menikmati buah pinang dengan dikunyah. Kebiasaan “nyirih” mirip dengan kebiasaan masyarakat Indonesia.

Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan sebagai peluang mempromosikan pinang ke negara-negara dengan jumlah ekspatriat dari Asia Selatan yang tinggi.

Menurut Didi, Arab Saudi merupakan salah satu mitra penting perdagangan Indonesia. Setiap tahun, banyak jamaah dari seluruh penjuru dunia melakukan ibadah haji dan umrah.

Karena itu, potensi ekspor produk Indonesia ke Arab Saudi sangat tinggi. Salah satu upaya pemerintah meningkatkan ekspor ke Arab Saudi yaitu dengan membuat nota kesepahaman (MoU) Haji dengan mitra untuk memasok kebutuhan jamaah haji dan umrah dengan produk Indonesia.

Didi juga mendorong produk Jambi selain pinang untuk bisa merambah pasar ekspor.

“Produk Jambi lain, seperti kopi Jangkat yang sudah memiliki indikasi geografis (IG) juga bisa diupayakan merambah pasar ekspor. Saat ini, Ditjen PEN bersama ARISE Plus bekerja sama mempromosikan dan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran atas IG. Sebab, IG merupakan komponen penting dalam peningkatan ekspor melalui strategi pengembangan branding,” jelas Didi.

Konsul Jenderal RI di Jeddah Eko Hartono menambahkan, KJRI Jeddah melalui tim ekonomi dan perdagangan terus menjalin komunikasi baik secara formal maupun informal dengan para pelaku usaha di Arab Saudi.

Hal itu dilakukan antara lain dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arab Saudi dan melalui penyelenggaraan kegiatan-kegiatan promosi.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, Provinsi Jambi merupakan salah satu penghasil pinang terbesar di Indonesia setelah Sumatra Barat, Sumatra Utara, Riau, dan Aceh.

“Kami berharap Kementerian Perdagangan dan ITPC Jeddah dapat membantu mempromosikan komoditas unggulan Provinsi Jambi lainnya, seperti kelapa sawit, karet, kopi, kulit kayu manis, dan kopra,” imbuh Al Haris.

Selain itu, Al Haris juga berharap kerja sama ini dapat berlanjut dalam rangka mendatangkan investor ke Provinsi Jambi untuk membangun hilirisasi komoditas unggulan Jambi. Sehingga, dapat menghasilkan nilai tambah bagi Provinsi Jambi serta meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala ITPC Jeddah M Rivai Abbas menerangkan, ITPC Jeddah terus melakukan promosi produk Indonesia secara intensif kepada para pelaku usaha maupun masyarakat Arab Saudi. Selain itu, ITPC Jeddah juga memfasilitasi pelaku usaha Indonesia yang akan melakukan ekspor ke Arab Saudi.

“Kami bersyukur dapat membantu memfasilitasi ekspor komoditas pinang PT Best Star Indonesia ke pasar Arab Saudi. Kami melihat adanya potensi pasar Arab Saudi yang membutuhkan sekitar 20-25 kontainer buah pinang setiap bulan. Kami berharap nantinya akan lebih banyak lagi komoditas pinang Indonesia yang masuk ke Arab Saudi,” kata Rivai.

Nilai total perdagangan Indonesia-Arab Saudi pada periode Januari—Juli 2021 tercatat sebesar 2,88 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi pada periode Januari—Juli 2021 tercatat sebesar 842,84 juta dolar AS.

Impor Indonesia dari Arab Saudi pada periode yang sama tercatat sebesar 2,04 miliar dolar AS.

Hadir secara fisik pada acara tersebut Gubernur Jambi Al Haris dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi Agus Sunaryo.

Sementara itu, Direktur Jenderal PEN Didi Sumedi, Konsul Jenderal RI Jeddah Eko Hartono, ITPC Jeddah Muhammad Rivai Abbas, perwakilan PT Best Star Indonesia selaku eksportir, dan perwakilan Mohammed Fayez Abdul Hadi Mohammad Al Attar Trading Est selaku importer hadir secara virtual.

(Arie Saputra)