Jakarta, aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Sri Lanka Tharaka Balasuriya membahas berbagai potensi kerja sama keamanan dan keselamatan maritim serta investasi ekonomi biru kedua negara.

Pertemuan bilateral dilakukan di sela-sela Forum Negara Pulau dan Kepulauan (Archipelagic and Island State Forum-AIS Forum) di Bali, Senin (5/12).

“Indonesia dan Sri Lanka ini perlu lebih tingkatkan kerja sama ekonomi,” kata Luhut dalam keterangan di Jakarta.

Luhut menilai kerja sama bilateral Indonesia-Sri Lanka perlu dioptimalkan untuk membuka peluang guna membangun dan memajukan pembangunan ekonomi termasuk ekonomi berbasis sumber daya maritim.

“Kita sambut baik dan siap untuk berpartisipasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kedua negara. Kerangka kerja sama ini akan sangat membantu negara seperti Sri Lanka dalam mempercepat pertumbuhan ekonominya,” imbuh Luhut.

Mantan Menko Polhukam itu juga menyampaikan inisiatif Indonesia untuk membangkitkan kerja sama negara-negara berkembang melalui “emerging economies cooperation” sebagai tindak lanjut rangkaian pertemuan KTT G20 lalu.

Selain membicarakan kerja sama di bidang ekonomi, kedua menteri juga sepakat untuk menjajaki potensi kerja sama di sektor pertambangan, industri perikanan (budidaya perikanan yang berkelanjutan), dan pariwisata berbasis kemaritiman.

Tidak hanya itu, lokasi Sri Lanka yang diketahui merupakan negara rentan bencana alam, Indonesia memandang perlu juga untuk terus meningkatkan kerja sama, terutama mitigasi bencana dan pengelolaan dampak bencana.

“Kita bisa bantu melalui kerja sama pembangunan kapasitas mitigasi bencana untuk Sri Lanka,” ujar Luhut.

Menurut Luhut, Sri Lanka adalah salah satu negara yang menjadi prioritas Indonesia dalam kerja sama pembangunan kapasitas mitigasi bencana dan dinilai perlu untuk terus memperkuat kesiapan dalam mengelola dampak bencana.

Indonesia melalui Forum AIS juga mendukung langkah-langkah yang dilakukan Sri Lanka untuk memenuhi Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG ke-13 tentang Aksi Iklim dan SDG ke-14 tentang kehidupan di bawah air.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)