Malang, Aktual.com – Mahasiswa Ahli Thariqah al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (MATAN) Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan webinar bedah buku. Bedah buku pada kesempatan ini bertema “Peran Tasawuf Bagi Pemuda Bedah Buku Kenapa Harus Berthariqah”  yang diawali dengan pembacaan Sholawat Thoriqoh Qodriyah Annaqsabandiyah bersama Ahbabul Matan di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Klojen Kota Malang, pada Rabu (7/4).

“Tujuan dilaksanakannya webinar bedah buku Kenapa Harus Berthariqah adalah untuk menjelaskan apa itu thariqah, mengenalkan thariqah serta menjelaskan keterangan-keterangan apa yang mengharuskan kita untuk berthariqah sesuai dengan isi dan redaksi dari buku yang akan di bedah kali ini” ungkap Sohib Muhammad Aslam Ramadhan selaku ketua MATAN Univeritas Negeri Malang.

Thariqah merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk era sekarang, zaman yang semakin dekat dengan akhir zaman (kiamat). “Semakin penting dan sangat darurat peran kita untuk terus belajar berkontribusi dan meramaikan thariqah” pengantar yang dipaparkan oleh pemateri yaitu Ustadz Izzul Mutho Lc. S.H.I ( Zawiyah Arraudhah Ihsan Foundation).

Materi yang disampaikan dibagi menjadi empat bagian yaitu makna tasawuf, landasan tasawuf, potret ulama’ thariqah, dalil keharusan berthariqah dan beberapa tambahan seperti adab dalam thariqah serta pondasi thariqah implementasi dan kedudukannya.

“Kebanyakan thariqah dimulai dan diminati oleh orang-orang yang sudah lansia, ketika orang yang masih muda berthariqah banyak yang beranggapan bahwa tidak bisa bermain-main, tidak bisa bebas, ini adalah suatu perspektif yang banyak tersebar dan menghinggapi mindset pemuda di zaman sekarang yang kurang tepat” tambah Ustadz Izzul Mutho mengapresiasi semangat belajar dari MATAN Universitas Negeri Malang yang memprakarsai kegiatan tersebut.

Pemateri juga menyampakan bahwa thariqah tidak boleh bertentangan dengan syariat, berdusta jika ada seseorang yang mengaku bertasawuf tetapi melanggar syariat, misalkan tidak sholat, puasa, zakat dan lainnya, sebab golongan sufi tidak akan pernah lepas dari syariat Nabi Muhammad SAW. Jika bingung untuk memulai memperbaiki diri, maka perbaikilah jamaah sholat, tahajud dan sholat sunnah lainnya.

Kegiatan juga dihadiri oleh Sohib Muhammad Salas selaku ketua PC MATAN Kota Malang yang memberikan closing statement. ”Jangan takut menjadi mahasiswa yang berthariqah karena jika kita terbuka dan jujur, kita adalah manusia pendosa yang kotor, kita masuk MATAN ini untuk membersihkan hati jadi jangan takut untuk berthariqah seperti yang disampaikan oleh Ustadz Izzul Mutho tadi” pesan yang disampaikan kepada seluruh sohib/shobibah MATAN khususnya MATAN Universitas Negeri Malang.

Sohib Aslam juga menuturkan bahwa “Semangat dari anggota, panitia dan peserta menurutnya sangat tinggi, kekompakan serta kerjasama sudah sangat baik, semoga bisa terjaga dan meningkat untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya, antusias dari peserta juga tinggi terlihat dari grup whatsapp MATAN dan juga peserta yang hadir di room zoom yang banyak memberikan pertanyaan dan respon” pungkasnya. (ed. Suciati Lia Oktaviani)

(Warto'i)