Dari kiri ke kanan, Moderator Frisca Clarisa, Tokoh Muda NU Zuhairi Misrawi, Direktur Voxpol Center Pangi Syarwi  Chaniago, Wasekjen DPP PPP Achmad Baidowi, Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing dan Direktur LSIN Yasin Mohammad saat menjadi pembicara dalam Diskusi Dialektika di Kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (11/2/18). Diskusi yang diselenggarakan oleh Lembaga Survei Independen Nusantara ini mengambil tema " Berebut Cawapres Jokowi : Peluang Koalisi Nasionalis-Santri". AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Analis Politik dari Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengapresiasi pernyataan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait wacana menteri muda pada pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua.

“Saya pikir pernyataan Ibu Megawati itu ada benarnya, bahwa kompetensi, pengalaman, dan jam terbang seseorang menjadi sebuah keniscayaan untuk menjadi menteri kabinet,” kata Pangi Syarwi Chaniago melalui telepon selulernya, di Jakarta, Ahad (11/8).

Menurut Pangi Syarwi, tidak sama antara mengelola bisnis dengan memimpin kementerian sebagai abdi negara pelayan rakyat.

“Pengusaha berpengalaman yang menjadi menteri tidak semua berhasil memimpin kementerian di pemerintahan. Apalagi yang masih berusia muda,” katanya.

Soal menteri muda, menurut dia, tidak cukup hanya karena muda secara usia, tapi mereka yang sudah matang dalam pengalaman menjadi sangat penting.
“Bagaimana memastikan pengalaman dan jam terbang, maka dalam memilih menteri muda harus penuh kehati-hatian. Karena kalau gagal dan tidak punya prestasi, maka bisa menjadi preseden buruk bahwa menteri muda sama saja dengan menteri lainnya,” katanya.

(Abdul Hamid)