Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, didampingi perwakilan petani tebu memberikan keterangan usai menggelar pertemuan dengan Asosiasi Petani Tebu di Kantor DPP PKB di Jakarta, Selasa (4/7/2017). Para petani mengadukan pemungutan pajak pertambahan nilai (PPn) sepuluh persen yang dinilai mencekik para petani. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mendapat gelar kehormatan Syayidul Imam Surya Negara dari Lembaga Penasihat Adat Kota Lubuklingau, Sumatera Selatan. Gelar ini bermakna, Muhaimin Iskandar sebagai guru besar pemimpin yang menerangi bumi pertiwi.

Cak Imin, panggilannya, didaulat gelar tersebut melalui sebuah prosesi upacara adat, yang dihelat di kompleks perkantoran Pemerintah Kota Lubuk Linggau, Minggu (30/7).

Ketua Penasehat Adat Kota Lubukoinggau, Abunawas AS mengatakan, pemberian gelar adat itu merupakan hasil keputusan rapat jajaran pengurus Lembaga Penasihat Adat Kota Lubuklinggau dan para pemangku adat dengan surat keputusan nomor 66/LPA-G.K/Bid.Adat/VII/2017.

“Anugerah ini diberikan karena Cak Imin adalah tokoh muda yang sudah banyak berbuat untuk rakyat kecil dan bangsa. Ini merupakan hasil dari rapat dewan lembaga penasehat adat kota Lubuklinggau, sehingga dia layak diberi gelar kehormatan itu,” ujar Abunawas dalam keterangan yang diterima, Senin (31/7).

Sementara itu, Cak Imin mengaku tak menduga akan mendapat gelar kehormatan dari masyarakat Kota Lubuklinggau tersebut. Selama ini hubungan yang dijalin dengan masyarakat Kota Lubuklinggau termasuk dengan tokoh masyarakatnya hanya sebatas jalinan silaturahim.

“Selain itu, saling memberi masukan mengenai kebangsaan, yang arahnya untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik demi keutuhan NKRI,” kata Cak Imin.

Acara pengugerahan ini diberikan di tengah-tengah forum “Jas Hijau” atau Jangan Hilangkan Jasa Ulama, yang diselenggarakan oleh seluruh pimpinan pondok pesantren dan para kyai se-Sumsel. Hadir saat upacara adat itu adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, tokoh nasional Marwan Jafar, Wali Kota Lubuk Linggau SN Prana Putra Sohe dan Ketua Penasihat Adat Kota Lubuklinggau, Abunawas AS. (*)

(Busthomi)

(Eka)