Medan, Aktual.com – Direktur Eksekutif Lembaga Transparani (Letras) Hendrico mengatakan data negara akan selalu menyangkut tentang kedaulatan dan rahasia negara. Ternyata tindakan Menteri BUMN, Rini Soemarno mempercayai peletakan data di negara asing, sama saja menggadaikan kedaulatan itu.

“Jadi apa lagi namanya kalau bukan menggadaikan kedaulatan? Itu data kan milik negara, sama rakyat saja disembunyi-sembunyikan, eh malah meletakkannya di luar negeri?. Orang luar lebih tau urusan rumah tangga kita kan aneh itu,” Jelasnya kepada Aktual.com, Jum’at (19/6) pagi.

Koko pun menegaskan, negara harus terus berhati-hati terhadap upaya yang menggerus kedaulatan bangsa. Agenda-agenda politik liberal yang selama ini menggerogoti harus dihentikan. (Baca: Pimpinan DPR Minta Rini Soemarno Patuh Terhadap Hukum)

“Mana yang disebut-sebut dengan Tri Sakti itu? Jokowi kan slalu bilang soal itu waktu kampanye dulu. Apa dia mau terus-terusan dibilang bohongi publik dan kasih janji bohong?,” tandasnya.

Ditambahkannya, pihak kepolisian bahkan TNI harus bersikap terkait kebijakan peletakan data itu. Karena itu menyangkut pertahanan dan keamanan negara. “TNI dan BIN khususnya harus tegas, ini soal kedaulatan dan kerahasiaan negara yang digadaikan,” tukasnya. (Baca: Jual Rahasia Negara, Menteri Rini Terancam Tujuh Tahun Bui).

Diketahui, Menteri BUMN Rini Soemarno mengeluarkan kebijakan menyetujui kerjasama PT.Telkom dengan Telecommunication Limited (Singtel) untuk membangun pusat data ‘e-goverment’ di Singapura.

Artikel ini ditulis oleh: