Ilustrasi- Iman dalam bahasa arab

Jakarta, Aktual.com – Keimanan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam masalah akidah. Sehingga sudah seharusnya kaum Muslimin mengetahui hal tersebut, berjuang untuk memantapkan iman sangat diwajibkan.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu juga diketahui oleh kaum Muslimin. Yaitu tingkatan-tingakatan keimana. Tingkatan keimanan itu ada empat macam, yaitu:

Pertama, Tingkat Taqlid

Beriman karena ikut-ikutan saja, tanpa pernah didasari oleh pengetahuan dan pendirian yang mumpuni. Bahkan, iman pada tingkatan ini tidak diketahui melalui dalil-dalil atas apa yang ia imani.

Biasanya hal tersebut dikarenakan pengetahuannya masih kurang tentang masalah ketuhanan, sementara ia tidak ada upaya untuk meningkatkan pengetahuannya tersebut.

Iman pada tingkatan ini masih bisa dikatakan sebagai pemilik keimanan. Tetapi orang ini tetap berdosa jika ia diketahui mampu menggali pengetahuan akan tetapi ia justru tidak berupaya untuk mencarinya.

Kedua, Tingkat Yakin

Beriman pada tingkatan ini yaitu ketika ia sudah mampu untuk menggali dalil-dalil dan mampu menunjukkan bukti-bukti untuk menguatkan keimanannya tersebut. Namun, ia belum mampu merasakan hubungan yang kuat antara dirinya dengan objek yang ia yakini.

Iman pada tingkatan ini masih bisa disanggah dengan argumen dan dalil-dalil rasional yang lebih mendalam.

Ketiga, Tingkat Ainul Yakin

Dalam tingkatan ini, seseorang sudah mampu dekat dengan Allah SWT. ia mengetahui Allah SWT secara mendalam disertai dengan dalil-dalil dan rasional serta ilmiah. Sehingga ia mampu hubungan antara objek dengan buktinya. Pada tingkat iman yang ketiga ini, ia Sudah mampu untuk menyanggah argument yang melemahkan keimanannya.

Keempat, Tingkat Haqqul Yakin

Ini adalah tingkatan tertinggi dalam konteks keimanan. Seseorang yang sudah mencapai tingkatan seperti ini, bukan hanya sudah memahami secara mendalam dalil-dalil rasional dan ilmiah serta hubungan antara objek dan yang diyakini. Melainkan ia sudah mampu merasakan hubungan tersebut melalui pengalaman keagamaannya, penghayatan dan pengalaman ajaran agamanya.

Itulah tingkatan-tingkatan keimanan yang harus ditempuh oleh seorang muslim.

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)

(Arie Saputra)