Drone Iran sasar kantor CIA di Arab Saudi. Aktual/X/@WorldTimesWT

Jakarta, aktual.com – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi pada Senin mengatakan bahwa Iran akan terus melawan serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Zionis Israel hingga Presiden Donald Trump menyadari bahwa memulai perang dengan Iran adalah sebuah kesalahan yang tidak boleh diulang.

“Iran tidak pernah meminta gencatan senjata atau perundingan. Klaim seperti itu adalah khayalan,” tulis Araghchi pada X.

Dia menegaskan bahwa militer Iran yang perkasa akan terus menembak sampai Presiden AS menyadari bahwa perang ilegal yang ia timpakan kepada rakyat AS dan Iran adalah salah dan tidak boleh diulangi lagi, serta memastikan para korban mendapatkan kompensasi.

Tantang Trump Kirim Kapal ke Teluk Persia jika Berani

Iran juga menyangkal tuduhan AS bahwa kemampuan angkatan laut mereka telah dihancurkan dan menantang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengirim kapal-kapal ke Teluk Persia jika berani.

“Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali Angkatan Laut Korps Garuda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Iran memiliki kedaulatan penuh atas itu,” kata Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini.

Naini mengeklaim bahwa sejauh ini Iran telah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 pesawat nirawak dengan targetnya adalah AS dan Israel.

“Bukankah Trump mengatakan bahwa dia telah menghancurkan Angkatan Laut Iran? Jadi, jika dia berani, dia bisa mengirim kapalnya ke wilayah Teluk Persia,” tegas Naini.

Dia juga menegaskan bahwa perang akan berakhir saat “musuh” menyadari kekuatan militer dan pencegahan sosial Iran.

“Kami (Iran) berupaya menghukum agresor dan melanjutkan serangan berat dan menghancurkan musuh,” kata Naini.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan itu juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan sekitar 1.300 orang hingga saat ini.

Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Iran telah membalas dengan serangan pesawat nirawak dan rudal dengan menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer milik Amerika. Iran juga secara efektif menutup Selat Hormuz sejak awal Maret.

Pesan Iran kepada Umat Muslim dan Negara-Negara Muslim

Sebelumnya Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, menyampaikan pesan kepada umat Muslim dan pemerintah negara Islam mengenai masa depan kawasan dan persatuan bangsa.

Ali Larijani menegaskan Iran mengalami agresi jahat AS-Israel selama negosiasi dengan tujuan membongkarnya, tetapi kehendak rakyat Iran mengalahkan musuh dan membuatnya tidak mampu menemukan jalan keluar dari kemacetan strategis.

“Tidak ada negara Islam yang mendukung rakyat Iran, kecuali dalam kasus langka yang terbatas pada sikap politik, yang menimbulkan pertanyaan tentang ketidaksesuaian sikap beberapa pemerintah Islam,” kata Larijani.

Meski begitu, Larijani menegaskan Iran terus maju di jalan perlawanan dan menghadapi AS dan Zionis Israel tanpa mundur.

Menurutnya, beberapa negara menggambarkan Iran sebagai musuh karena menargetkan pangkalan dan kepentingan AS-Israel di wilayah mereka. “Apakah Iran diminta untuk tetap pasif sementara pangkalan ini digunakan untuk menyerangnya?” ujarnya.

Larijani pun mempertanyakan posisi, sikap, dan dukungan dari umat Muslim dan negara-negara Muslim ketika konfrontasi Iran dengan AS-Israel yang sedang berlangsung.

“Jadi, di sisi mana kalian berada? Berhentilah dan renungkan diri kalian sendiri dan masa depan kawasan ini; Iran memberikan nasihat dan tidak menginginkan dominasi,” kata Larijani.

Larijani menegaskan persatuan bangsa dan umat muslim jika tercapai, akan menjadi kekuatan yang menjamin keamanan, kemajuan, dan kemerdekaan bagi semua negaranya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi