Teheran, Aktual.com – Kementerian Luar Negeri Iran, menolak komentar terakhir yang dikeluarkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengenai program rudal negara Persia tersebut sebagai “tidak realistis”.

Sebelumnya, Macron menyarankan program nuklir Iran mesti berada di bawah pengawasan internasional.

“Pernyataan Macron adalah pendekatan “yang tidak realistis” bagi program pertahanan Iran,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi, seperti diberitakan Xinhua, Jumat (16/2).

“Tak ada negara yang bisa memberlakukan pembatasan atas program rudal Iran,” ia menambahkan.

Ia juga mengecam pernyataan Macron sebagai pengaruh “yang merusak kestabilan” di wilayah tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Iran tersebut mengecam Direktur Dinas Intelijen Nasional AS Dan Coats karena mengeluarkan pernyataan yang “usang” dan “tanpa dasar” mengenai pengaruh Iran di wilayah tersebut.

Tak ada negara yang telah berusaha sebanyak Iran untuk menjamin kestabilan dan perdamaian di Timur Tengah, kata Qasemi.

Pada Selasa (13/2), Coats mengatakan dalam acara dengar pendapat di Senat AS bahwa Iran, bersama dengan beberapa negara lain, menimbulkan ancaman terbesar regional dan global.

Pernyataan semacam itu bertujuan untuk “menciptakan dan mendorong terro dan ancaman palsu yang direkayasa di berbagai wilayah di dunia, terutama di Timur Tengah”, kata Qasemi.

 

Ant.

()