Anggota TNI turun ke lapangan untuk mengamankan kawasan bom di Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1). Ledakan disertai baku tembak yang terjadi di lokasi tersebut dilaporkan menewaskan 4 orang.

Jakarta, Aktual.com – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, ogah mengomentari dugaan teror Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1), dilakukan kelompok radikal Negara Islam Suriah-Irak atau dikenal ISIS.

“Ya tanya sama ISIS lah,” katanya saat meninjau Gedung Sarinah, Jl MH Tharin, Jakpus, belum lama ini.

Meski demikian, Gatot menegaskan, pihaknya selalu siap menghadapi teror. Alasannya, negara tidak boleh didikte oleh siapapun.

“Begitu prinsipnya,” pungkas mantan kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu.

Dia pun memastikan, setelah terjadinya teror tersebut, “(Jakarta) aman”.

Beberapa saat sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Chafliyan, mengungkapkan, ada peringatan dari ISIS sebelum teror Sarinah terjadi.

“Akan ada konser di Indonesia yang akan menjadi berita internasional,” ujarnya mengutip pesan yang disampaikan ISIS.

Tapi, lanjut Anton, kepolisian belim bisa memastikan, apakah betul ISIS dalang dibalik teror bom tersebut.

()