Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Seskab Pramono Anung (kiri) sebelum memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (23/11). Presiden Joko Widodo meminta seluruh menterinya merencanakan program kerja 2016 dengan baik dan matang serta belajar dari pelaksanaan program 2014-2015 sehingga tidak ada lagi regulasi dan kebijakan yang bertabrakan dengan kementerian/lembaga lainnya atau menjadi polemik di masyarakat dan sesuai dengan Nawacita. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/aww/15.

Jakarta, Aktual.com — Presiden Joko Widodo telah menerima nama calon Kapolri yang diserahkan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai pengganti Jenderal Badrodin Haiti yang pensiun pada bulan Juli mendatang. Demikian dikatakan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/6).

“(Nama-nama calon Kapolri) Presiden sudah tahu,” ujarnya.

Dalam waktu dekat Presiden akan memutuskan nama calon Kapolri yang akan diserahkan kepada DPR RI untuk disetujui. Namun Pramono enggan membuka nama kandidat Kapolri yang akan diusulkan Presiden.

“Kami tahu (ada berapa nama), tapi ini adalah diskresi Presiden untuk menentukan ini. Maka kami tidak akan sampaikan berapa banyak siapa orangnya, apakah nanti bentuknya bagaimana sampai ada putusan dari Presiden mengenai hal tersebut,” tegasnya.

Meski begitu mantan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut mengatakan tidak menutup kemungkinan Presiden memilih nama diluar yang diusulkan Kompolnas.

“Tapi yang jelas Presiden juga memiliki kewenangan memilih di luar usulan Kompolnas, karena itu kewenangan Presiden,” tegasnya.

()