Jakarta, aktual.com – Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mengemuka. Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa keputusan reshuffle sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto.
“Hanya presiden dan Tuhan yang tahu,” kata Qodari kepada wartawan di kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Jakarta, Rabu (28/1).
Qodari menyampaikan bahwa kinerja menjadi salah satu indikator utama dalam evaluasi menteri. Namun, ia enggan merinci lebih jauh parameter kinerja yang dimaksud.
“Yang pasti begini, presiden kalau bicara reshuffle pasti kriterianya adalah kinerja, pencapaian target-target. Dan itu semua dipantau oleh presiden setiap hari. Setiap hari,” ujarnya.
Menguatnya isu perombakan kabinet juga dipicu oleh kekosongan jabatan Wakil Menteri Keuangan, menyusul disetujuinya Thomas Djiwandono oleh DPR RI untuk menduduki posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
“Ya itu, ya bagus saja itu. Kalau itu kan logis saja. Berarti kan harus ada yang diisi, kan?” kata Qodari.
Sebelumnya, Prabowo menegaskan tidak akan ragu mencopot menteri yang dinilai bermasalah meski telah diberi peringatan berulang. Ia menyebut akan memberikan hingga tiga kali peringatan sebelum mengambil langkah reshuffle.
“Anak buah saya hebat-hebat ya, kalau ada satu dua nakal, saya peringati. Satu kali peringatan masih, masih nakal, masih enggak mau dengar. Dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat reshuffle. Harus diganti,” ujar Prabowo saat berorasi di Universitas Kebangsaan RI, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025).
Menurut Prabowo, ketegasan tersebut dilakukan demi kepentingan bangsa dan rakyat. Ia menekankan tidak boleh ada toleransi terhadap pejabat yang merugikan masyarakat.
“Karena demi negara bangsa dan rakyat tidak boleh ada rasa kasihan yang kasihan rakyat Indonesia,” ucapnya.
Prabowo juga menegaskan dirinya tidak khawatir jika harus berhadapan dengan pihak-pihak yang dirugikan oleh kebijakan tegas pemerintah, termasuk para koruptor.
“Saya nggak papa dibenci, asal rakyat saya tidak benci saya. Kalau saya dibenci oleh maling-maling koruptor manipulator penipu-penipu yang serakah enggak papa, enggak ada urusan,” tuturnya.
“Saya dikasih peringatan, ‘Pak hati-hati loh Pak mereka uangnya banyak, mereka bisa bayar demo’. Enggak ada urusan yang penting rakyat Indonesia mendukung saya saya tidak ragu-ragu,” sambung Prabowo.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















