Ilustrasi mahasiswa. Shutterstock

Jakarta, aktual.com – Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kini semakin terbuka bagi para penghafal Alquran. Hal ini seiring dengan hadirnya jalur seleksi khusus tahfidz yang mulai diterapkan di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN).

Jalur khusus penghafal Alquran ini menjadi alternatif selain jalur umum, dengan menjadikan capaian hafalan sebagai salah satu nilai tambah dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi di bidang keagamaan yang selama ini belum banyak mendapat ruang dalam seleksi pendidikan tinggi.

Dalam proses seleksinya, calon mahasiswa tidak hanya diminta melampirkan sertifikat hafalan Alquran pada tahap administratif. Lebih dari itu, peserta juga akan mengikuti uji hafalan secara langsung untuk memastikan kemampuan yang dimiliki sesuai dengan dokumen yang diajukan.

Dengan mekanisme tersebut, jalur tahfidz tidak hanya menilai kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas dan konsistensi peserta dalam menjaga hafalannya.

Hadirnya jalur ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih inklusif, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan karakter yang baik.

Berikut 10 PTN yang membuka jalur khusus penghafal alquran:

  1. Universitas Sebelas Maret (UNS)

Universitas Sebelas Maret (UNS) membuka peluang bagi penghafal Alquran untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur khusus dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Berdasarkan informasi resmi kampus, jalur ini ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan Alquran minimal 15 juz. Persyaratan tersebut harus dibuktikan dengan sertifikat tahfidz yang diterbitkan oleh lembaga berkompeten dan memiliki kredibilitas tinggi.

Selain itu, sertifikat tahfidz yang digunakan sebagai syarat pendaftaran memiliki batas masa berlaku, yakni maksimal dua tahun terakhir. Dokumen tersebut wajib diunggah oleh calon mahasiswa saat proses pendaftaran berlangsung.

Meski memiliki jalur khusus, UNS tetap mensyaratkan peserta untuk melampirkan dokumen akademik lainnya. Calon mahasiswa diwajibkan menyertakan nilai rapor serta hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari penilaian.

UNS juga menetapkan ketentuan terkait pilihan program studi. Peserta yang mendaftar melalui jalur tahfidz hanya diperbolehkan memilih program studi tertentu yang telah ditentukan oleh pihak universitas.

Kebijakan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi UNS terhadap prestasi di bidang keagamaan, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi penghafal Alquran untuk bersaing di jalur masuk perguruan tinggi negeri.

2. Universitas Diponegoro (Undip)

Universitas Diponegoro (Undip) membuka peluang bagi para penghafal Alquran untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur keagamaan dalam Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB).

Jalur ini menjadi salah satu alternatif seleksi bagi calon mahasiswa yang memiliki keunggulan di bidang keagamaan, khususnya hafalan Alquran. Dalam ketentuannya, peserta yang ingin mendaftar diwajibkan memiliki hafalan minimal 20 juz.

Menariknya, melalui jalur ini calon mahasiswa dapat memilih seluruh program studi yang tersedia di Undip, selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Pihak kampus menyebutkan, kehadiran jalur tahfidz ini diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum dalam lingkungan akademik. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat.

Dalam proses seleksi, peserta tidak hanya melewati tahap administrasi. Calon mahasiswa juga diwajibkan mengikuti tes hafalan Alquran sebagai bentuk verifikasi kemampuan.

Melalui skema ini, Undip menegaskan komitmennya dalam memberikan ruang bagi prestasi non-akademik sekaligus mendorong lahirnya generasi yang berkarakter dan berdaya saing.

3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka peluang bagi penghafal Alquran untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur khusus tahfidz. Kebijakan ini menjadi bentuk apresiasi kampus terhadap prestasi di bidang keagamaan.

Dilansir dari laman resmi ITS, penghafal Alquran diakui sebagai bagian dari capaian prestasi yang dapat memberikan nilai tambah dalam proses Seleksi Prestasi Sarjana. Dengan demikian, hafalan kitab suci tidak hanya menjadi keunggulan spiritual, tetapi juga berkontribusi dalam penilaian akademik calon mahasiswa.

Untuk dapat mengikuti jalur ini, calon mahasiswa diwajibkan memiliki hafalan 30 juz yang dibuktikan melalui surat keterangan resmi. Dokumen tersebut menjadi salah satu syarat penting yang harus dilampirkan saat pendaftaran.

Adapun bukti hafalan Alquran dapat digunakan dalam berbagai jalur seleksi di ITS, mulai dari seleksi Reguler dan Mandiri untuk program Sarjana Terapan, Seleksi Kemitraan dan Mandiri (SKM) untuk program Sarjana Reguler, hingga seleksi International Undergraduate Program (IUP) untuk program Sarjana Internasional.

Selain surat keterangan hafalan, peserta juga tetap diwajibkan melampirkan nilai rapor sebagai bagian dari persyaratan administrasi.

Kebijakan ini menunjukkan komitmen ITS dalam memberikan ruang bagi calon mahasiswa berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga keagamaan, sekaligus mendorong integrasi nilai spiritual dan ilmu pengetahuan di lingkungan kampus.

4. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka peluang bagi para penghafal Alquran untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi keagamaan pada penerimaan mahasiswa baru.

Jalur ini menjadi salah satu bentuk komitmen Unesa dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak mulia sesuai dengan visi dan misi kampus.

Dalam skema seleksi ini, calon mahasiswa yang ingin mendaftar diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), lulusan SMA/MA/SMK atau Paket C yang dibuktikan dengan ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL), serta memiliki hafalan Alquran minimal 10 juz.

Tidak hanya berhenti pada tahap administrasi, proses seleksi jalur prestasi keagamaan di Unesa juga melibatkan beberapa tahapan lanjutan. Penentuan kelulusan dilakukan melalui kombinasi hasil tes online, wawancara secara offline, serta penilaian portofolio yang dimiliki calon mahasiswa.

Dengan dibukanya jalur ini, Unesa memberikan ruang lebih luas bagi siswa berprestasi di bidang keagamaan untuk mengakses pendidikan tinggi negeri, sekaligus mendorong integrasi antara nilai akademik dan spiritual dalam dunia pendidikan.

5. Institut Pertanian Bogor (IPB)

Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali membuka peluang bagi penghafal Alquran untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur Prestasi Internasional dan Nasional (PIN). Jalur ini menjadi salah satu bentuk apresiasi kampus terhadap siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

IPB diketahui konsisten menyelenggarakan jalur PIN setiap tahunnya sebagai upaya menjaring calon mahasiswa unggul dari berbagai latar belakang prestasi. Salah satu kategori yang mendapat perhatian khusus adalah penghafal Alquran.

Dalam skema seleksi ini, capaian hafalan tidak sekadar menjadi pelengkap, melainkan memiliki bobot penilaian yang signifikan. Calon mahasiswa dengan hafalan Alquran minimal 15 hingga 29 juz akan mendapatkan apresiasi setara dengan prestasi olimpiade tingkat nasional.

Sementara itu, bagi peserta yang memiliki hafalan hingga 30 juz, IPB memberikan pengakuan lebih tinggi, yakni setara dengan prestasi olimpiade internasional.

Kebijakan ini menunjukkan komitmen IPB dalam mengakui keberagaman prestasi siswa, termasuk di bidang keagamaan. Dengan demikian, jalur PIN tidak hanya menjadi alternatif seleksi, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi penghafal Alquran untuk bersaing masuk perguruan tinggi negeri.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt