6. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
Universitas Negeri Jakarta membuka peluang bagi para penghafal Alquran untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur khusus prestasi non-lomba dalam skema Penerimaan Mahasiswa Baru (PENMABA).
Jalur ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki prestasi luar biasa, baik di tingkat nasional maupun internasional, khususnya dalam bidang kepemimpinan dan keagamaan. Kehadiran jalur tersebut menjadi alternatif bagi siswa yang ingin masuk perguruan tinggi tanpa hanya mengandalkan jalur akademik konvensional.
Bagi pendaftar jalur keagamaan, khususnya penghafal Alquran, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Calon mahasiswa wajib merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) serta lulusan SMA, SMK, MA, atau pesantren. Selain itu, peserta juga harus memiliki hafalan Alquran minimal 10 juz sebagai syarat utama.
Tak hanya itu, UNJ juga menetapkan ketentuan tambahan dalam proses seleksi. Salah satunya, calon mahasiswa hanya diperbolehkan memilih satu program studi saat pendaftaran. Menariknya, program studi yang dipilih tidak harus sejalan dengan prestasi yang dimiliki di bidang keagamaan.
Dengan dibukanya jalur ini, UNJ memberikan ruang lebih luas bagi siswa berprestasi di bidang non-akademik, sekaligus mendorong integrasi antara kemampuan intelektual dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan kampus.
7. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ)
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta membuka peluang bagi penghafal Alquran untuk masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi dalam Seleksi Mandiri UPNVJ (SEMA UPNVJ).
Jalur ini merupakan bagian dari skema seleksi yang menggabungkan kriteria akademik dengan prestasi, baik akademik maupun non-akademik, termasuk di bidang keagamaan seperti tahfidz Alquran.
Dalam ketentuannya, UPNVJ menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar melalui jalur prestasi penghafal Alquran.
Pertama, pendaftar harus memiliki hafalan minimal 20 juz. Kemampuan tersebut wajib dibuktikan melalui sertifikat, ijazah, atau surat keterangan resmi dari pesantren, madrasah, atau lembaga tahfiz Alquran.
Selanjutnya, peserta diwajibkan mengunggah dokumen asli atau berwarna sebagai bukti hafalan. Dokumen tersebut akan diverifikasi oleh tim seleksi untuk memastikan keabsahan data.
Tidak hanya itu, calon mahasiswa yang lolos tahap administrasi juga harus mengikuti tes ulang hafalan Alquran sebagai bagian dari proses seleksi.
UPNVJ juga mensyaratkan adanya komitmen kontribusi dari peserta. Pendaftar wajib mengunggah surat pernyataan kesediaan untuk berkontribusi sesuai bidang keahlian, dengan target minimal satu prestasi setiap semester di tingkat nasional.
Selain itu, peserta diminta mencantumkan tautan pemberitaan terkait prestasi yang dimiliki, baik dari website resmi sekolah maupun media sosial resmi. Jika belum tersedia, pendaftar disarankan berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Melalui jalur ini, UPNVJ tidak hanya mencari calon mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, komitmen, dan prestasi di bidang keagamaan. Jalur tahfidz ini sekaligus menjadi bukti bahwa capaian hafalan Alquran kini mendapat pengakuan dalam sistem seleksi pendidikan tinggi.
8. Universitas Padjadjaran (Unpad)
Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka peluang bagi para penghafal Alquran untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur prestasi Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP).
Jalur ini merupakan bagian dari seleksi minat, bakat, dan prestasi non-akademik yang dibuka untuk seluruh program studi di Unpad. Kebijakan ini memberikan ruang lebih luas bagi calon mahasiswa untuk tetap mengembangkan potensi di bidang keagamaan tanpa meninggalkan capaian akademik.
Dalam keterangan resminya, Unpad menegaskan bahwa jalur prestasi SMUP dirancang untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik dan non-akademik, termasuk dalam bidang keagamaan seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Untuk dapat mendaftar melalui jalur ini, calon mahasiswa diwajibkan melampirkan bukti prestasi yang pernah diraih, khususnya dalam ajang kompetisi MTQ. Bukti tersebut menjadi salah satu indikator penilaian dalam proses seleksi.
Selain itu, terdapat sejumlah persyaratan umum yang harus dipenuhi. Di antaranya adalah berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), merupakan lulusan SMA/MA/SMK tahun 2026 atau peserta didik paket C, serta memiliki usia maksimal 22 tahun saat pendaftaran.
Tidak hanya itu, peserta juga diwajibkan memiliki skor nilai SNBT-UTBK sebagai bagian dari penilaian akademik.
Dengan dibukanya jalur ini, Unpad memberikan alternatif seleksi bagi calon mahasiswa yang memiliki keunggulan di bidang keagamaan, sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan berkarakter.
9. Universitas Andalas (Unand)
Universitas Andalas (Unand) membuka peluang bagi para penghafal Alquran untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur Seleksi Masuk Berdasarkan Prestasi (SIMA Prestasi).
Dalam skema ini, Unand menyediakan dua kategori seleksi, yakni SIMA Prestasi lomba dan SIMA Prestasi non-lomba. Khusus bagi penghafal Alquran, seleksi dilakukan melalui jalur SIMA Prestasi non-lomba.
Berdasarkan informasi resmi kampus, calon mahasiswa yang ingin mendaftar pada jalur ini wajib memiliki hafalan Alquran minimal 10 juz. Hafalan tersebut harus dibuktikan dengan sertifikat hafidz yang telah dilegalisir oleh kepala sekolah atau instansi berwenang.
Tak hanya itu, peserta juga diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen administratif. Di antaranya ijazah maksimal dua tahun terakhir atau Surat Keterangan Lulus (SKL) yang telah dilegalisir, nilai rapor semester I hingga V yang juga dilegalisir oleh pihak sekolah, serta Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
Jalur ini menjadi salah satu bentuk apresiasi Unand terhadap prestasi di bidang keagamaan, sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa berprestasi non-akademik untuk bersaing masuk perguruan tinggi negeri.
Dengan adanya jalur tahfidz ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai religius yang kuat.
10. Universitas Syiah Kuala (USK)
Universitas Syiah Kuala (USK) membuka peluang bagi para penghafal Alquran untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Talenta Berprestasi.
Jalur ini merupakan bagian dari skema penerimaan mahasiswa baru yang dirancang untuk menjaring calon mahasiswa dengan kemampuan unggul, baik di bidang akademik, kepemimpinan, karakter, maupun minat dan bakat tertentu.
Dalam skema tersebut, kampus menyediakan beberapa kategori jalur prestasi, di antaranya jalur tahfidz, kepemimpinan, pesantren, serta prestasi di bidang olimpiade, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), debat, karya ilmiah, olahraga, hingga seni.
Khusus untuk jalur tahfidz, USK menetapkan persyaratan yang cukup ketat. Calon mahasiswa diwajibkan memiliki hafalan Alquran sebanyak 30 juz yang dibuktikan melalui sertifikat resmi dari lembaga berwenang.
Kebijakan ini menjadi bentuk komitmen kampus dalam memberikan apresiasi terhadap prestasi keagamaan sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan karakter yang baik.
Dengan dibukanya jalur ini, penghafal Alquran memiliki peluang lebih luas untuk bersaing masuk PTN melalui jalur prestasi yang sesuai dengan kompetensi mereka.
Hadirnya jalur tahfidz di berbagai PTN ini menandai perubahan paradigma dalam sistem seleksi pendidikan tinggi. Kampus kini tidak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga karakter, kedisiplinan, serta nilai spiritual calon mahasiswa.
Bagi para penghafal Alquran, ini menjadi peluang emas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sementara bagi orang tua, jalur ini menjadi bukti bahwa pendidikan agama yang ditanamkan sejak dini dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Okt
















