Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyampaikan orasi politiknya seusai Deklarasi Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi) Jabodetabek di Jakarta, Minggu (24/4/2016). Fahri menyampaikan orasi politiknya bertema Generasi Baru Indonesia.

Jakarta, Aktual.com – Program Indonesia Lawyers Club (ILC) di TvOne, bertema “Membidik Rizieq” yang rencananya ditayangkan Selasa (24/1) tadi malam, batal ditayangkan. Hal tersebut membuat sebagian pihak bertanya-tanya soal alasan dibalik urungnya acara diskusi publik itu, termasuk anggota DPR.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, melalui akun twitter pribadinya menyampaikan keprihatinannya terkait dengan pelarangan diskusi publik di televisi. Sebab, terakhir pelarangan tersebut dilakukan pada masa orde baru di tahun 1998.

“Apakah kita sudah kembali ke masa di mana negara juga bertugas memilihkan kita ingatan dan pikiran?,” cuit Fahri dalam akun twitter @Fahrihamzah yang dilansir pada pukul 23.00 WIB, Selasa, (24/1).

Menurutnya, sungguh suatu yang ganjil ketika kebebasan berbicara yang dilindungi konstitusi tak lagi diindahkan. Apapun alasannya, kicau Fahri, pelarangan dan bredel adalah kelakuan rezim totalitarian.

“Kalau kalian tak sanggup mencerna pikiran rakyat jangan kalian larang. Tapi belajarlah mencerna,” kata Fahri dalam kicauannya di twitter.

“Rakyat memerlukan negara yang cerdas dan memahami kerumitan percakapan orang-orang bebas,” tulisnya lagi.

Fahri menegaskan, rakyat Indonesia hari ini adalah rakyat bebas merdeka yang tak akan mudah dibungkam dan diancam. Jika ada yang tak sanggup mendengar, pesan Fahri, maka tutup telinga dan menjauhlah dari percakapan.

Kata Fahri, percakapan bebas memerlukan pendengaran yang dewasa. Main tutup dan main larang adalah kelakuan ‘sok kuasa’.

“Berapa sih umur jabatan kalian? Selamanya? Jangan begitu. kita semua ini sementara,” ketus Fahri.

Fahri pun meminta agar pihak yang memboikot acara ILC itu mengembalikan hak publik untuk menonton perdebatan yang bermakna.

“Jangan takut jika rakyat tambah kritis. Makin cerdas makin baik. Negara maju rakyatnya cerdas dan dewasa,”

“Tapi rakyat yang lemah dan takut kepada aparat Pemerintah akan lahirkan negara lemah,” tulis Fahri.

Ia juga meminta agar larangan diskusi di ruang publik segera dihentikan. Pemerintahan, tegas Fahri, justru harus bicara di ruang terbuka dan menjelaskan semua perkara.

“Ada banyak anak bangsa yang cerdas. Ada banyak yang mengerti persoalan. Ajak mereka. Kita semua pendukung negara. Mendukung negara dengan bicara bukan diam seribu bahasa,”

“Mari nikmati Dialektika. Mari hentikan bredel dan larangan bicara,” cetus Fahri mengakhiri cuitannya.

Kicauan Fahri tersebut pun diberi tagar #StopBredel untuk mengajak pengguna sosial media menyuarakan aspirasinya.

Sebelumnya, Melalui akun twitter resmi milik Karni Ilyas @karniilyas, Presiden ILC ini memastikan tayangan ILC pekan ini ditiadakan.

“Dear pecinta ILC: Dg beribu maaf, diskusi ILC yang berjudul “Membidik Rizieq” yg harusnya tayang malam ini, kami batalkan. Sampai ketemu ILC yad,” tulis Karni di akun twitter-nya, Selasa (24/1) malam.

Selain itu, informasi batalnya penayangan ILC pekan ini pun disampaikan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon melalui akun twitternya @fadlizon.

“Barusan mendadak terima telpon bhw ILC malam ini dibatalkan. Seharusnya sy menjadi salah satu narsum bertema “Habib Rizieq Dibidik”,” kata Fadli Zon.

Fadli pun mengatakan alasan pembatalan tersebut tidak jelas. “Mungkin saja ada ‘telpon’ pd pihak ILC. Jadi ingat zaman dulu,” tulisnya.

 

Laporan: Nailin

Artikel ini ditulis oleh: