Bandung, aktual.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) menegaskan komitmennya untuk menjadi bank hybrid. Karena itu, bank dengan kode emiten BJBR, telah menggandeng dua perusahaan IT kelas dunia, yaitu Alibaba Cloud dan Amazon Web Service (AWS), untuk pengembangan sistem cloud dan digitalisasi layanan.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi, dalam Webinar Investor Gathering yang digelar pada Selasa (1/3), mengatakan, langkah bank bjb menjadi bank hybrid juga sejalan dengan komitmen mendorong transformasi digital di Indonesia melalui strategi IT Digital Enablement. IT digital enablement merupakan langkah-langkah untuk mendukung transformasi digital Bank BJB dalam rangka mengadopsi teknologi yang robust dan up-to-date.

Karena itu, bank bjb juga akan menyiapkan super apps, dimana saat ini sudah masuk pada tahap tes terakhir sebelum diluncurkan pada saat ulang tahun bank bjb di bulan Mei. Super apps dihadirkan untuk tidak hanya memberikan kemudahan kepada nasabah eksisting, namun juga bagi masyarakat yang belum menjadi nasabah juga mendapat kemudahan, seperti membuka rekening, payment, hingga mengajukan pinjaman dimana melalui super apps akan langsung bisa dilakukan simulasi kredit.

Dari sisi experience, fitur yang muncul di DigiCash juga akan berbeda bagi tiap nasabah, bergantung pada kebiasaan dan pilihan layanan banking masing-masing. Hal ini dimungkinkan berkat teknologi Artificial Intelligence (AI) terbaru yang tertanam di supers apss milik bank bjb.

Selanjutnya, bank bjb akan meluncurkan aplikasi serupa untuk segmen konsumer. Disampaikan Yuddy, kedua aplikasi ini pun akan menjadi satu kesatuan dalam satu super apps pada fase platform unification. Pengembangan infrastruktur dan produk berbasis teknologi ini bukan hanya dilakukan untuk memperkuat ekosistem bank bjb di Jawa Barat dan Banten, namun demikian hal ini juga menjadi daya tarik bank bjb untuk menarik BPD lainnya untuk bersinergi dengan bank bjb bukan hanya dari sisi penyaluran kredit, penggunaan infrastruktur, pengembangan sumber daya, tapi juga dalam hal permodalan melalui kepemilikan.

Yuddy optimis, bank bjb akan bertumbuh menjadi bank hybrid, apalagi sumber daya manusia di bank bjb mencapai 80 persen milenial. Bank bjb menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) pertama yang bekerjasama dengan lembaga IT internasional, Amazon, Alibaba Cloud. Menjadi bank hybrid juga karena ekosistem di bank bjb juga unik. Dimana, penanganan bisnis tetap butuh offline dalam pelayanan prima. Tidak hanya digitalisasi, juga bagaimana menjaga hubungan relationship dengan nasabah, memberi pelayanan prima, ini menjadi kunci bagaimana bjb melayani nasabah.

“Di sisi kredit untuk mengimbangi perkembangan teknologi yang ada, sekaligus memberikan kemudahan bagi para debitur / calon debitur khususnya untuk segmen kredit yang bersifat mass, kami akan menciptakan pengalaman pengajuan fasilitas kredit layaknya fintech. Saat ini dimulai dengan segmen UMKM dimana calon debitur dapat mengajukan kredit melalui aplikasi bjb LAKU atau Layanan Akses Kredit UMKM,” ucap Yuddy, ,” tegas Yuddy, dalam Siaran Pers, Selasa (1/3).

Yuddy menyampaikan bahwa pendekatan online dan offline sejatinya tidak dapat dipisahkan bahkan menjadi suatu kekuatan yang solid jika dijalankan secara bersamaan. Bank bjb memiliki basis nasabah yang erat budayanya baik dengan transaksi on counter konvensional maupun nasabah yang menuntut experience digital melalui channel-channel elektronik.

“Sehingga kami akan fokus dan terus mengembangkan pola banking secara Hybrid,” ucap Yuddy,

Saat ini, jaringan kantor fisik bank bjb tersebar di 14 provinsi di Indonesia dengan jumlah lebih dari 2.800 titik layanan. Jaringan kantor yang solid ini dapat mengakomodir kebutuhan nasabah yang masih erat dengan layanan secara fisik seperti UMKM, pensiunan, dan Sebagian pangsa ASN.

Di saat yang bersamaan, bank bjb membangun infrastruktur dan produk berbasis teknologi untuk menciptakan pengalaman berbank layaknya perusahaan fintech, untuk mengakomodir kebutuhan nasabah khususnya kalangan millennial dan juga beberapa produk spesifik yang dimiliki seperti produk kredit Mesra berbasis komunitas dan Petani Millenial yang menyediakan akses pengajuan kredit melalui aplikasi, juga sebagian pangsa ASN yang memang sudah lekat dengan produk berbasis teknologi.

“Layanan Online terus kami kembangkan dan perkuat untuk menciptakan pengalaman yang berbeda bagi sebagian pangsa nasabah yang membutuhkan,” tegas Yuddy.

Kerjasama bank bjb dengan raksasa IT, dalam hal ini dengan PT DCI Indonesia sebagai penyedia data center terbesar di Asia Tenggara untuk keamanan data dan juga kehandalan jaringan yang lebih kuat, memungkinkan layanan digital bank bjb semakin baik, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan data dari nasabah baik yang bertransaksi melalui channel offline maupun online.

Sementara kerjasama dengan Alibaba Cloud dalam hal Cyber Security akan memberikan tingkat keamanan data dan transaksi yang lebih tinggi bagi nasabah mengingat banyak nya channel digital yang dikembangkan sehinggan rentan terhadap serangan cyber. Adapun kolaborasi dengan Amazon Web Services untuk pengembangan kapasitas internal tenaga digital bank bjb, dimana Amazon Web Service menyediakan jasa advisory, sandboxing, serta capacity building.

“Dengan adanya kerjasama tersebut akan mendorong kehandalan, keamanan layanan dan tentunya kecepatan bank bjb dalam berinovasi khususnya untuk produk-produk berbasis teknologi,” tegas Yuddy.

(Tino Oktaviano)