Jakarta, Aktual.co — Jenazah penumpang Bus Sang Engon yang terguling di Lingkar Jangli Tol Dalam Kota Semarang dipulangkan ke kampung halamannya di Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (21/2) pagi.
Jenazah dan sejumlah korban luka dalam kecelakaan nahas tersebut dijemput pihak keluarga maupun perwakilan pemerintah daerah setempat, dan diberangkatkan dari Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Rini Mulyawati mengatakan, 14 jenazah diberangkatkan dalam satu rombongan yang dikoordinasikan oleh pemerintah daerah asal para korban.
“Sebelumnya, dua jenazah sudah dibawa pulang pihak keluarga pada dini hari tadi,” kata dia.
Sejumlah korban luka, lanjut dia, juga dibawa pulang dalam rombongan ini dengan diangkut ambulans serta bus yang sudah disediakan. Meski demikian, kata dia, masih ada korban luka yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Semarang.
Sebelumnya, bus pengangkut rombongan pengajian asal Bojonegoro, Jawa Timur ini terguling saat melintas jalan melingkar di ruas tol antara Jatingaleh-Tembalang.
Bus nahas tersebut diduga melaju kencang di jalan melingkar hingga melewati pembatas jalan tol tersebut. Bus baru berhenti setelah terguling di tepi tebing jalan tol tersebut.
Berikut sejumlah penumpang tewas yang sudah diketahui identitasnya: Mutmainah 70 tahun warga Desa Dander RT 04 RW 01, Sumarsih 49 tahun, warga Jalan RA Kartini Kelurahan Dander, Salfiyah 55 tahun, warga Desa Kuncen, Sumisih 55 tahun, warga Desa Dander RT 14 RW 02, Wartini 40 tahun, warga Desa Jepar Dander.
Kemudian Sukeni 50 tahun, warga Desa Jepar, Hadi 57 tahun, warga Kacangan Tambakrejo Bojonegoro, Nanda Adrian Mardika 11 tahun, warga desa Dander RT 14 RW 02, Syarif Hidayatullah 42 tahun, warga Desa Dander RT 22 RW 02, Abdul Ghofur 45 tahun, warga desa Puceng Padangan Bojonegoro.
Adapun jenazah lainnya, Hadi Prayitno 55 tahun, warga Kedungombo RT 2 RW 1 Tanjunganom Nganuk, Maryati 55 tahun, warga Gandus RT 2 RW 1 Bojonegoro, H. Tjuti Sutarsini 56 tahun, warga Desa Gender RT 1 RW 1 Bojonegoro, Maryadi 39 tahun, warga Kedung Bajul RT 2 RW 7 Bojonegoro, dan bocah laki-laki bernama Bima 10 tahun, serta Hamili Nurochim.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















