Jakarta, Aktual.com – Pemerintah Jerman siap mengucurkan dana sebesar Rp41,25 triliun  untuk mendukung pengembangan infrastruktur hijau Indonesia, dalam kerja sama yang bertujuan untuk mentransformasi dan melakukan inovasi di wilayah perkotaan guna mengurangi tingkat emisi karbon di dalam negeri.

Dalam keterangan tertulis dari Kedutaan Besar RI di Berlin yang diterima di Jakarta, Jumat (5/3), dikatakan bahwa implementasi kerja sama Indonesia dan Jerman tersebut resmi diluncurkan pada Kamis (4/3) secara virtual, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan terkait dari kedua negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Federal Urusan Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ), Gerd Muller, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas, Suharso Monoarfa, Dubes RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno, Dubes Jerman untuk Indonesia Peter Schoof.

Menurut Menko Luhut, sebagai sesama anggota kelompok 20 ekonomi terbesar dunia (G20), Indonesia dan Jerman telah mengimplementasikan bentuk tanggung jawab bersama terkait isu penting global saat ini, terutama tentang perubahan iklim, melalui kerja sama yang disebut “Inisiatif Indonesia – Jerman untuk Infrastruktur Hijau”.

“Dalam kapasitas sebagai Menko Maritim dan Investasi, saya ingin meyakinkan semua pihak yang hadir saat ini, inisiatif ini akan mencapai sasarannya. Keinginan kita untuk melakukan perbaikan lingkungan, pengurangan emisi karbon, dan penyediaan fasilitas layanan yang lebih baik bagi masyarakat sudah tampak titik terangnya,” ujar Luhut.

Melalui skema kerja sama ini, Jerman akan mengucurkan pendanaan sebesar 2,5 miliar Euro, setara dengan kurang lebih 41,25 triliun rupiah, dan akan diberikan secara bertahap selama lima tahun melalui kemitraan dengan Bank Nasional Jerman yakni KfW.

Empat provinsi pelaksanaan inisiatif pun telah dipilih, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

“Dalam waktu ke depan kita akan bisa saksikan bersama sungai-sungai yang lebih bersih, sampah laut berkurang, akses air bersih yang lebih luas bagi masyarakat, serta sarana transportasi publik yang lebih efektif dan lebih baik,” lanjut Luhut terkait inisiatif yang menjadi bentuk sinkronisasi antara tantangan pengembangan wilayah perkotaan dan komitmen untuk mengatasi masalah lingkungan itu.

Selain pendanaan, program ini juga akan diwujudkan melalui kerja sama alih teknologi, kampanye penyadaran publik, serta dialog pada tataran kebijakan antara pemerintah kedua negara.

Adapun Menteri Federal Urusan Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ), Gerd Muller, mengatakan pihaknya meyakini bahwa strategi dan target yang ditetapkan Indonesia untuk mengurangi sampah laut sebesar 70 persen pada tahun 2025, serta program pengelolaan sanitasi, penyediaan air bersih, dan pembenahan sistem transportasi publik yang lebih efektif dan ramah lingkungan perlu didukung.

“Untuk negara yang memiliki jumlah pulau lebih dari 17 ribu, target-target tersebut sangat luar biasa dan perlu didukung. Indonesia memiliki peran penting dalam penanggulangan perubahan iklim. Indonesia memiliki 93 juta hektar hutan. Saya berkesempatan meninjau hutan-hutan Indonesia yang bagi saya sangat menakjubkan. Untuk itu kita perlu bekerja sama. Mari bekerja dengan erat bersama dan mengambil langkah cepatIndonesia terbukti sebagai mitra handal dalam menyelesaikan berbagai permasalahan global“tambah Muller.

Selain para Menteri dan Dubes kedua negara, turut hadir dalam acara peluncuran tersebut Gubernur Provinsi Jawa Barat, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Provinsi Bali, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur dan sejumlah pejabat tinggi dari kementerian Indonesia dan Jerman.(Antara)

(Warto'i)