Jakarta, Aktual.com – Daerah maju,  negara kuat dan rakyat sejahtera harus menjadi mindset para anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).  Pasalnya,  peran DPD untuk mewujudkan kemajuan daerah sangat besar.

Selain itu, kemampuan DPD dalam melakukan terobosan sangat penting untuk meningkatkan perannya kepada Indonesia. Salah satu terobosannya dengan smart decentralization.

Hal ini disampaikan oleh Fadel Muhammad dalam Focus Group Discussion (FGD) ‘Penguatan Sinergi DPR-DPD melalui Peningkatan Peran Daerah dengan Smart Decentralization’, di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya Malang, ditulis Senin (15/7).

Menurut dia, DPD sangat berperan besar untuk kepentingan daerah. Namun selama ini, perannya belum begitu terlihat. Bahkan, banyak masyarakat yang tidak mengetahui peran DPD. Untuk itu peran DPD harus diperkuat agar bisa seimbang dengan DPR.

“DPD sudah diatur oleh regulasi. Dalam sistem pemerintahan dikenal sebagai dua kamar. Saya ingin bicara, bagaimana penguatan kelembagaan ke depan. Sinergi DPD dengan DPR RI,” kata Fadel.

Sinergitas tersebut, antara DPD dan DPR diupayakan untuk memaksimalkan kinerja mereka dalam mewakili rakyat dan daerah. Pasalnya secara politik kekuasaan DPR yang cukup dominan tapi belum optimal memberikan manfaat kepada rakyat.

“Nah, apabila ada sinergi antara kedua lembaga tersebut akan memperluas manfaatnya kepada rakyat dan daerah. Sayangnya, DPD masih terkunci dengan kewenangan yang terbatas, sehingga tidak optimal dalam memberikan kontribusi ke daerah. Sejauh ini fungsi DPD hanya melakukan pengawasan dan dan memberikan saran kepada lembaga legislatif,” papar dia.

Dalam FGD tersebut, Fadel yang juga Guru Besar FIA Unibraw berupaya untuk menyerap aspirasi dari para peserta FGD tersebut.

Tampak hadir Kepala Program Studi Administrasi Publik FIA UB, Fadillah Amin; Ketua Jurusan Administrasi Publik FIA UB, Andy Fefta Wijaya; Ketua Governance Lab FIA UB, Khairul Muluk; dan Ketua Badan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat FIA UB, Mohammad Nuh.

Pada kesempatan tersebut, politisi asal Gorontalo ini memaparkan tentang smart decentralization. Langkah untuk mencapai smart decentralization dengan menginjeksi kewirausahaan pada sektor publik. Langkah ini sangat penting karena karena tuntutan rakyat semakin besar kepada kualitas kinerja pelayanan publik.

“Oleh karena itu, sektor publik terutama pemerintah daerah harus mengembangkan perilaku entrepreneurial dengan fokus pada manajemen kinerja,” pungkas mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu.

(Zaenal Arifin)