Sejumlah pegawai Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta melakukan aktivitas kerja di Balai Kota, Jakarta, Selasa (3/1). Seusai libur dan cuti bersama tahun baru pegawai Pemprov DKI mulai kembali bekerja. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./kye/17

Aceh, Aktual.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Pemerintah akan mengurangi jumlah pegawai administrasi dan menambah pegawai dengan keahlian teknis di lingkungan instansi pemerintahan, menyusul adanya perubahan kebutuhan dan gaya hidup di era disrupsi.

“Ada kecenderungan pegawai administrasi berkurang, tetapi pegawai untuk pekerjaan teknis akan bertambah. Oleh karena itu di kalangan Pemerintah, kita akan kurangi pegawai adminstratif,” kata Wapres JK saat menyampaikan Orasi Ilmiah dalam rangka Milad ke-58 Universitas Syiah Kuala di Aceh, Senin (2/9).

Perkembangan teknologi secara pasti akan mengubah gaya hidup dan cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Perubahan teknologi juga mengubah sistem produksi, sistem distribusi, gaya konsumsi dan gaya hidup masyarakat, kata JK.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghadapi perubahan tersebut adalah dengan meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia, membekali diri dengan keahlian teknis.

“Pada masa yang kita hadapi di masa datang ialah bagaimana mendidik keterampilan sekaligus bagaimana juga meningkatkan inovasi pada bidang yang kita kuasai atau efisiensi kerja,” jelasnya.

Selain perubahan gaya hidup dan kebutuhan, perkembangan teknologi juga berpengaruh pada perilaku bisnis dan kerja masyarakat. Sebelumnya, untuk membentuk sebuah usaha memerlukan setidaknya lokasi kantor dan banyak tenaga kerja.

Namun kini, kata Wapres, dengan bekerja dari rumah dan terhubung dengan jaringan internet membuat masyarakat dapat memulai usaha bisnis.

“Banyak cara bisnis yang berubah. Di zaman saya, berbisnis itu pokoknya kita punya industri, punya pabrik, punya tanah, punya kantor, punya pegawai yang banyak dan ada untung,” ujarnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah mendukung adanya upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan anggaran lebih pada dunia pendidikan dan penyediaan pelatihan. Sehingga, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lain diharapkan dapat mengoptimalkan pemberian pelatihan bagi mahasiswa dan lulusan universitas yang belum mendapat pekerjaan.

(Arbie Marwan)