Ketua Umum Palng Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla memberikan sambutan saat membuka Munas PMI XXI di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Jakarta, Aktual.com – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang mengajak masyarakat untuk berdamai dengan virus corona. Menurut JK, virus corona sungguh tak bisa diajak berdamai.

“Bisa saja, mati itu orangnya. Virus ini kan ganas dan tidak pilih-pilih siapa, tidak bisa diajak berdamai. Berdamai itu kalau dua-duanya mau. Kalau kita mau damai tapi virusnya enggak, ya gimana?” kata JK dalam diskusi Webinar Universitas Indonesia, ditulis Kamis (21/5).

Menurut JK, istilah hidup berdamai dengan virus corona tidak tepat karena orang yang terkena virus corona bisa meninggal dunia.

JK juga mempertanyakan sikapnya soal herd immunity. Menurut dia, teori ini tidak tepat karena memakan korban meninggal dalam jumlah banyak.

“Ya herd immunity itu bisa saja tapi korbannya banyak. Apa yang dilakukan di Swedia, dia tidak melakukan lockdown seperti di Finlandia, Norwegia. Tingkat kematian di Swedia lima kali lipat daripada negara di sekitarnya akibat ingin mencoba herd immunity,” kata mantan Wapres tersebut.

Ia menyarankan, Indonesia sebaiknya tidak menerapkan konsep herd immunity. Sebab korban akan semakin banyak.

“Apakah kita ingin memilih itu? Kalau ada yang mau memilih, ya kena dulu. Negara apa yang begitu? Dan itu enggak dianjurkan WHO dan jangan coba-coba,” tutup dia.