Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Komples Parlemen, Jakarta, Kamis (2/7). Rapat tersebut membahas persiapan pengamanan pilkada, pelaksanaan 11 program prioritas Polri dan penanganan kasus-kasus teraktual Polri. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Rei/kye/15.

Jakarta, Aktual.com — Mabes Polri resmi mengeluarkan surat telegram rahasia (TR) pergantian posisi jabatan Kabareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso dengan Komjen Pol Anang Iskandar sebagai Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) pada Kamis (3/9) malam.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Badrodin Haiti, menegaskan justru kini posisi Budi Waseso lebih tinggi.

“Ini lebih tinggi. Tanggungjawab lebih luas. Karena kebijakan pemberantasan narkoba secara nasional ada di sana,” Ujar Badrodin Haiti, di Mabes Polri, Jumat (4/9).

Senada dengan Kapolri, Kepala Divisi Humas Polri Irjen mengatakan, dalam jabatan baru sebagai Kepala BNN, Budi Waseso naik level sengan status eselon I.

‎”Pergantian Budi Waseso bukan pencopotan, tapi ganti posisi. Beliau ini justru levelnya meningkat jadi eselon satu, langsung dibawah Presiden,” kata Anton dalam konfrensi pers di Mabes Polri.

Menurutnya, jabatan Anang sebagai Kabareskrim justru turun tingkat, karena berada di bawah Kapolri. Namun statusnya tetap eselon satu.

‎”Status eselonnya sama (Anang dengan Buwas), tapi pak Budi Waseso lebih tinggi. Karena bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Ini kebutuhan organisasi,” ujarnya.

Menurut Anton, Anang dipilih menjadi Kabareskrim menggantikan Buwas sapaan akrab Budi Waseso dalam rapat dewan jabatan dan kepangkatan tinggi (Wanjakti) ‎karena dinilai lebih berpengalaman dan lebih senior di kepolisian.

“Mungkin karena latar belakang beliau sebagai reserse, ada beberapa pertimbangan-pertimbangan, dan beliau senior juga,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pergantian jabatan di tubuh Polri merupakan hal yang biasa terjadi untuk penyegaran dan kebutuhan organisasi Korps Bhayangkara tersebut. Sedangkan Buwas dipindah ke BNN, karena yang bersangkutan dianggap cocok untuk memimpin pemberantasan peredaran narkoba di tanah air.

(Nebby)