Jakarta, Aktual.com — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menghormati hasil pemilihan pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan Komisi III DPR RI.

“Sebetulnya, agak kecewa karena tokoh yang sudah punya reputasi justru tidak masuk dalam daftar pemilihan lima pimpinan KPK yang baru. Meskipun demikian harus dihormati karena itu merupakan proses politik,” ujar Haedar, usai pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-47 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (19/12).

Seharusnya, kata dia, ada perpaduan antara tokoh yang lama dan punya integritas luar biasa dengan pimpinan yang baru. Apabila unsur pimpinannya baru semua, tentunya akan memulai dari awal lagi.

Ia berharap KPK kedepan bukan soal pencegahan saja, mengingat KPK namanya saja Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menurut dia, revisi Undang-undang yang hanya menekankan KPK untuk menjadi lembaga pencegahan tentunya tidak sejalan dengan namanya.

“Substansi itu penting, soal bagaimana menuntut kekurangan soal cara bisa diperbaiki nantinya,” ujarnya.

Pembenahan dan revisi Undang-Undang KPK tidak harus dilakukan, cukup diperkuat saja untuk posisi kepemimpinannya ketika masih ada kekurangan tentunya diperbaiki bersama.

Upaya pemberantasan korupsi diharapkan tidak surut mengingat keberhasilan dalam pemberantasan korupsi yang diuntungkan merupakan bangsa dan negara.

()

()