Jakarta, Aktual.com – Tumpulnya penegakan hukum, membuat sejumlah pihak merasa kecewa. Seperti yang dialami oleh Theresia Pipit Widowati yang mengaku kecewa dengan penegakan hukum di Indonesia.

Pasalnya rasa keadilan terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami anaknya hingga saat ini tak terlihat titik pengungkapannya. Bahkan pihaknya juga menganggap kalau penegakan hukum di Indonesia sebagai ‘lonceng kematian’.

Bahkan pihaknya juga mengaku kecewa dengan keputusan Presiden Jokowi yang telah memberikan grasi terhadap salah satu terpidana kasus sexual abuse siswa JIS tersebut, Neil Bantleman serta ditolaknya gugatan perdata oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Penegakan hukum yang tegas ini semestinya memberikan efek jera terhadap JIS. Mengingat sebagai lembaga pendidikan bertaraf International yang sangat mahal pula biaya pendidikannya perbulan yang tidak bisa memberikan rasa nyaman dan aman kepada siswa yg sudah menjadi tanggung jawab mereka sebagai lembaga,” ujar Theresia ditulis Ahad (11/8).

“Untuk pengobatan terbaik mental dan sikis anakanya sebagai korban mungkin sampe pengobatan di luar indonesia dengan dokter dan ahli terbaik ( untuk kasus pengobatan psikis dan metal kayak begini kan gak ada jangka waktu jaminan kesembuhan yang bisa di prediksi,” katanya.

Theresia menegaskan bahwa upaya yang dilakukan oleh pihaknya dengan mengajukan gugatan tidak memiliki tujuan mencari keuntungan.

(Abdul Hamid)