Jakarta, Aktual.co — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan pasokan beras hasil panen raya Maret-April 2015 cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai puasa dan lebaran 2015. Impor hanya dilakukan pada jenis beras tertentu untuk kebutuhan industri.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Aktual.co, Jumat (5/6), stok beras hingga akhir Juli 2015 diperkirakan surplus Rp1,894 juta ton. Dengan perkiraan ketersediaan beras sampai akhir Juli 2015 sebesar 10,056 juta ton (stok di Bulog 1,4 juta ton, stok indikatif di penggilingan 5,4 juta ton, stok indikatif di pasar 246,5 ribu ton, serta sisa produksi Mei-Juli 2015 sebesar 3,04 juta ton). Sedangkan konsumsi sebesar 8,142 juta ton.

Sementara untuk gula, stok per 15 Mei 2015 sebesar 238 ribu ton terdiri dari stok di 63 pabrik gula (50 BUMN dan 13 Swasta) sebesar 222 ribu ton, stok indikatif di distributor 6,9 ribu ton, dan stok indikatif di pengecer 9,5 ribu ton. Dengan memperhitungkan produksi Mei-Juli 2015 sebesar 1,151 juta ton dan kebutuhan 1,083 juta ton, maka pada akhir Juli 2015 diperkirakan stok 306 ribu ton.

Untuk lebih lengkapnya, berikur perkembangan stok kebutuhan pokok per 4 Juni 2015 berdasarkan data Kemendag:

1. Minyak goreng, stok 375 ribu ton, cukup sampai 3 minggu ke depan
2. Terigu, stok 912 ribu ton, cukup sampai 2-3 bulan ke depan
3. Kedelai, stok 179,4 ribu ton, cukup sampai 1-2 bulan ke depan
4. Daging sapi, stok 260 ribu ekor, cukup sampai 6 bulan ke depan
5. Daging ayam, stok 64 ribu ton/minggu, over stok 17 ribu ton/minggu
6. Telur ayam, stok 8.800-9.300 ron/hari, over stok 100-200 ton/hari
7. Bawang merah, stok di Pasar Induk Kramat Jati 80 ton/hari, defisit pasokan 5 ton/hari
8. Bawang putih, stok di Pasar Induk Kramat Jati 22 ton/hari, defisit stok 7 ton/hari
9. Cabai, stok di Pasar Induk Kramat Jati 213 ton/hari, over stok 63 ton/hari

()

(Eka)