Kepala SDN 015 Barong Tongkok Margareta SPd yang mewakili 22 sekolah di Kutai Barat menerima hibah buku dari Tanoto Foundation, Senin (27/11/2023). (ANTARA/Novi Abdi)

Balikpapan, Aktual.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta semua pihak agar membagi-bagikan buku bacaan untuk meningkatkan literasi atau kemampuan memahami bacaan mulai dari tingkat pendidikan paling rendah.

Aminuddin Aziz, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, menyatakan, “Kami mengajak semua pihak untuk turut serta dalam pembagian buku bacaan.” Pernyataan ini diungkapkan di Balikpapan pada hari Selasa (28/11).

Aziz menjelaskan bahwa sejak tahun 2022, Kemendikbudristek telah mendistribusikan 15 juta buku ke 20 ribu taman kanak-kanak, taman bermain, dan sekolah dasar di seluruh Indonesia. Sebelum melaksanakan program ini, riset telah dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menarik minat anak-anak dalam membaca, termasuk desain buku yang dapat merangsang minat membaca.

Program distribusi buku ini juga didasarkan pada hasil Asesmen Nasional (AN) tahun 2021, yang menunjukkan bahwa setengah dari peserta didik di jenjang SD hingga SMA belum mencapai tingkat literasi yang memadai. Kebutuhan akan literasi dasar ini sangat penting sebelum siswa dapat memahami konsep-konsep pemahaman yang lebih tinggi.

Salah satu faktor penyebab rendahnya tingkat literasi adalah kurangnya kebiasaan membaca sejak dini, yang disebabkan oleh ketersediaan buku bacaan berkualitas yang kurang memikat minat siswa, serta penggunaannya yang tidak tepat dalam proses belajar.

Aminuddin menekankan bahwa pemerintah tidak mampu secara sendiri menjangkau semua sekolah yang membutuhkan, sehingga partisipasi pihak lain dalam mendistribusikan buku bacaan sangat diharapkan. Salah satu mitra yang merespons ajakan ini adalah Tanoto Foundation.

Margaretha Ari Widowati, Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, menyatakan bahwa pada tahun ini, mereka telah bergabung dengan inisiatif tersebut dengan mendistribusikan 76.000 buku ke 12 kabupaten di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Kedua belas kabupaten tersebut mencakup Asahan dan Karo di Sumatera Utara; Kendal dan Tegal di Jawa Tengah; Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Paser di Kalimantan Timur; Tebo, Batanghari, dan Muaro Jambi di Jambi; serta Siak dan Kampar di Riau.

Pada tanggal 27 November, Tanoto Foundation melakukan distribusi buku ke tiga perwakilan sekolah di Kalimantan Timur di SDN 018 Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara.

Ari Widowati menyatakan, “Ini adalah upaya kami untuk mendukung percepatan peningkatan literasi anak-anak kita.” Kepala SDN 015 Barong Tongkok, Margareta, menambahkan bahwa meskipun ada dana di tempatnya, mendapatkan buku bacaan menjadi sulit karena lokasi sekolah yang cukup jauh, yaitu di Barong Tongkok, Kutai Barat, yang berjarak sekitar 350 kilometer dari Samarinda, ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, dan membutuhkan perjalanan sekitar 12 jam dengan mobil dari Balikpapan.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Sandi Setyawan

Tinggalkan Balasan