Direktur Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Idha Widi Arsanti dalam Konferensi Pers Young Ambassador Agriculture tahun 2024 di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (12/2/2024). ANTARA/Putu Indah Savitri

Jakarta, aktual.com – Kementerian Pertanian membidik pemanfaatan lahan rawa untuk menanam padi dapat berkontribusi sebesar 20 persen dari produksi beras nasional pada 2026.

“Lahan rawa ini, paling tidak bisa memberikan proporsi sekitar 20 persen dari produksi padi nasional,” ujar Direktur Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Idha Widi Arsanti dalam Konferensi Pers Young Ambassador Agriculture 2024 di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (12/2).

Idha yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian ini mengatakan bahwa program pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA) Petani Muda Lahan Rawa 2024 merupakan langkah awal untuk mewujudkan target tersebut.

Ia memetakan perkembangan optimalisasi lahan rawa ke dalam tiga tahun. Pada tahun pertama merupakan tahun yang berfokus pada investasi dan didukung oleh Kementerian Pertanian.

Pemilihan young ambassador agriculture atau duta petani muda ini, ucap Idha, merupakan ajang bagi para petani muda untuk menarik minat investor kepada usaha pertanian mereka.

“Tahun kedua, harapannya mereka sudah mulai bisa menuai untung,” kata Idha.

Selanjutnya, pada tahun ketiga, Idha berharap target kontribusi lahan rawa sebesar 20 persen terhadap produksi beras nasional dapat tercapai.

“Potensi lahan rawa ini cukup besar di Indonesia,” ucapnya.

Merujuk pada kisah Maryoto sebagai Duta Petani Muda Lahan Rawa, Idha mengatakan bahwa sekitar 50 persen anak muda di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, berhasil tergerak untuk ikut menjadi petani muda.

Idha juga menjelaskan bahwa Maryoto berhasil menggarap lebih dari 10 ribu hektare lahan rawa sebagai lahan padi.

Mengutip data dari Direktorat Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, kata Idha, Indonesia memiliki lahan rawa yang dapat dimanfaatkan untuk ketahanan pangan seluas 34,9 juta hektare.

“Dari 34 juta hektare itu, kan kebayang, ya, berapa anak muda yang dibutuhkan,” kata Idha.

Oleh karena itu, ia mendorong generasi milenial untuk turut berkontribusi dalam optimalisasi pemanfaatan lahan rawa.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Rizky Zulkarnain

Tinggalkan Balasan