Jakarta, aktual.com – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengungkap kondisi empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi sandera perompak di Laut Somalia setelah kapal tanker MT Honour 25 dibajak beberapa waktu lalu.
Juru bicara Kemlu RI Vahd Nabyl mengatakan pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk menangani kasus tersebut dan memastikan keselamatan para WNI.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, dapat kami sampaikan bahwa kondisi kru WNI tersebut dalam keadaan yang sehat, kebutuhan logistik mereka terpenuhi, dan gaji mereka tetap dibayarkan,” kata Nabyl dalam pernyataan resmi, Senin (18/5).
Selain melakukan koordinasi lintas negara, Kemlu bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia juga melakukan pendekatan kepada keluarga korban guna memberikan informasi dan memastikan pemerintah terus mengupayakan perlindungan terbaik bagi para WNI.
Menurut Nabyl, hingga kini pemerintah setempat, pihak pengelola awak kapal, serta sejumlah pihak terkait masih melakukan negosiasi dengan kelompok bersenjata di Somalia.
“Besar harapan agar proses ini dapat berlangsung dan selesai dalam tempo yang tidak terlalu lama,” ujar Nabyl.
Insiden pembajakan terhadap kapal tanker minyak MT Honour 25 terjadi pada April lalu di lepas pantai Somalia. Kapal tersebut membawa 17 awak kapal yang terdiri atas 10 warga Pakistan, empat WNI, satu warga India, satu warga Sri Lanka, dan satu warga Myanmar.
Pejabat Somalia menyebut pembajakan berlangsung pada malam 22 April ketika enam orang bersenjata menyerbu kapal yang tengah mengangkut sekitar 18.500 barel minyak.
Berdasarkan laporan situs pemantau pelayaran ShitAtlas, kapal itu sebelumnya berangkat dari pelabuhan Berbera pada 20 Februari dan sempat berada di dekat wilayah Uni Emirat Arab setelah konflik antara AS-Israel dan Iran meningkat.
Data pelayaran menunjukkan kapal kemudian berputar-putar di sekitar pintu masuk Selat Hormuz sebelum berbalik arah menuju Mogadishu pada 2 April.
Dalam beberapa tahun terakhir, aksi pembajakan di kawasan Samudra Hindia sebenarnya sempat menurun drastis. Namun belakangan, insiden serupa kembali meningkat dan mulai menyasar kapal penangkap ikan maupun kapal kontainer.
Situasi keamanan di jalur pelayaran internasional juga dinilai semakin rentan seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara AS-Israel dan Iran.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain












