Jakarta, Aktual.co — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kepulauan Riau, Soerya Respationo memastikan nama Rekaveny dan Nuryanto tidak masuk dalam daftar bakal calon wali kota atau wakil wali kota Batam dalam Pemilihan Kepala Daerah 2015.
“Yang pasti nama Rekaveny dicoret,” kata Soerya Respationo di Batam, Sabtu (21/2).
Dia mengatakan, sebagai Ketua DPD sekaligus suami Rekaveny, tidak mengizinkan anggota DPRD Kota Batam itu masuk dalam bursa pencalonan kepala daerah.
Dia mengatakan, PDIP ingin memberikan pendidikan politik yang bagus, demi menghindari tindakan nepotisme dan kesewenangan politik. “Kecuali diperintahkan DPP, kalau begitu saya tidak bisa menolak,” kata dia.
“Saya pribadi, suaminya dan ketua partai, saya nyalon. Masak dia nyalon juga,” kata pria yang diusung PDI Perjuangan sebagai calon Gubernur Kepri 2015-2020 itu.
Sementara itu, nama kader PDIP Nuryanto juga dipastikan tidak akan masuk sebagai calon wali kota atau calon wakil wali kota Batam 2015-2020.
Menurut Soerya, sejak awal Nuryanto memang dibidik untuk menduduki jabatan Ketua DPRD Batam, dan belum untuk jabatan lainnya. Demikian pula kader PDIP Jumaga Nadeak yang kini menjabat Ketua DPRD Kepri.
Dia mengatakan pihaknya masih belum melakukan persiapan apa pun terkait Pilkada Batam. Penjaringan nama-nama yang akan diusung pun belum pernah dilakukan.
“Kalau Pilkada Batam belum ada persiapan, karena awalnya kan akan dilaksanakan 2018, tapi dalam UU yang baru ternyata Pilkada Batam tahun ini juga,” kata dia.
DPD PDIP berencana memanggil seluruh pimpinan DPC PDIP dalam rapat membicarakan penjaringan calon kepala daerah.
Penyaringan calon yang dilakukan DPD dilakukan dengan meneliti latar belakang calon dan menyesuaikannya dengan syarat yang ditetapkan KPU.
“Misalnya lulus SMA atau tidak, karena syaratnya kan harus minimal lulus SMA,” kata pria yang kini menjabat Wakil Gubernur Kepri itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu