Padang, Aktual.com — Sejumlah petani di Kecamatan Kuranji, kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), memilih menunda menanam padi untuk mengantisipasi terjadinya cuaca buruk seperti angin kencang dan hujan lebat.

“Saya memutuskan menunda menanam padi hingga dua minggu ke depan setelah mendengar berita di Radio bahwa akan terjadi hujan lebat dan angin kencang di Sumbar, ” kata salah satu petani, Hasan Basri di Padang, Sabtu (26/3).

Dia mengaku sebelum banjir Selasa 22 Maret 2016 lalu sawahnya baru selesai dibajak. Namun pada saat merencanakan menyebar benih terjadi banjir di sebagian besar wilayah Padang.

Setelah melakukan pertimbangan selama seminggu dia memutuskan menunda penanaman hingga April 2016.

Sebab, tambah dia, bila dipaksakan menanam Minggu ini dan dalam rentang waktu tersebut terjadi kembali hujan lebat atau angin kencang, berakibat gagal panen.

“Penundaan menanam tersebut menjadi yang ketiga untuk tahun ini,” ujarnya.

Dia menyebutkan pada Januari dan Februari 2016 dirinya juga telah menunda menanam palawija dan padi akibat angin puting beliung dan hujan lebat.

Bahkan, menurut dia, penanaman kali ini masih lanjutan dari bulan lalu yang tertunda.

Senada dengan itu petani lain, Syamsuarni (57) mengaku menunda tanam padi karena telah dua kali mengalami kegagalan.

“Awalnya kami tidak terlalu menghiraukan cuaca dan terus melakukan penanaman, namun kencangnya angin merusak tanaman padi bulan lalu,” kata dia.

Menurutnya jika cuaca tersebut hanya hujan lebat masih bisa ditolerir namun akan berbeda bila disertai angin kencang. Sebab tambahnya tanaman pohon di sekitarnya bisa rubuh menimpa sawah atau ada material yang terbang.

Saat ini dia mengaku belum menentukan waktu akan menanam kembali, sebab dia juga masih melihat perkembangan bibit di pasaran dan memastikan tidak mengalami perubahan akibat cuaca.

Sedangkan petani lain, Puddin (60) mengaku menunda tanam padi dan memilih menanam sayuran seperti kangkung.

“Cuaca tidak menentu lebih baik menanam tanaman yang aman dan menguntungkan seperti kangkung atau bayam,” ujarnya.

Sementara itu sebelumnya Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Sumatera Barat, Andi Eka Sakya mengatakan bahwa daerah perlu mengupayakan pelatihan antisipasi cuaca kepada petani.

Hal ini penting, tambahnya, sebab akan bermanfaat dalam menentukan masa menanam.

(Arbie Marwan)