Suasana museum Bursa Efek Indoneaia (BEI) di Jakarta, Kamis (26/4). Kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang masih akan berlangsung hingga tahun depan serta imbal hasil surat utang AS yang menembus level psikologis menyebabkan pasar saham Asia meriang sepekan ini. IHSG turun 2,81% ke 5.909. IHSG menggenapi penurunan sepekan atau lima hari perdagangan berturut-turut. Kamis (26/4), Dalam lima hari penurunan, IHSG merosot 7,03%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa diperkirakan bergerak dalam area terbatas seiring masih adanya kekhawatiran perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Pada sesi perdagangan pagi ini (3/9), IHSG dibuka menguat tipis 2,81 poin atau 0,04 persen menjadi 6.293,36. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,84 poin atau 0,09 persen menjadi 987,29.

“Sentimen perang dagang diperkirakan masih memunculkan kekhawatiran di pasar global. Kecemasan perang dagang, dapat menghambat laju IHSG pada perdagangan hari ini,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Selasa (3/9).

Ia mengemukakan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jin Ping kembali membuat ekonomi global dilanda kecemasan karena aksi saling menaikkan tarif impor tambahan.

“AS telah menaikkan tarif 15 persen bagi barang impor dari China sebesar 112 miliar dolar AS, yang serta merta dibalas oleh Cina dengan tarif lima persen untuk barang impor AS dengan nilai 75 miliar dolar AS,” paparnya.

Ia mengatakan ekspektasi investor sudah mulai pesimis bahwa kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan, meski AS dan China menunjukkan tanda-tanda pelambatan
ekonomi.

(Abdul Hamid)