Jakarta, Aktual.co — Komisi III DPRD Kalimantan Timur mengkritisi program pemerintah daerah dalam menangani banjir di sejumlah kabupaten dan kota di wilayahnya yang tak kunjung usai.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Masykur Sarmian menyebut, pemerintah daerah akan berhasil menyelesaikan persoalan banjir yang dengan menganggarkan dana melalui APBD sebesar Rp 605 miliar.
“Saya ragu seluruh dana yang dikucurkan bisa menuntaskan problem banjir, saya tidak melihat ada langkah taktis yang benar-benar mengurangi titik banjir, yang ada justru malah akan semakin bertambah,” katanya di Samarinda, Minggu (30/11).
Menurut Politikus asal Partai Keadilan Sejahtera itu, langkah prefentif yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam menangani banjir tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan. Karena, titik-titik daerah yang selalu menjadi langganan banjir, tetap dalam kondisi yang sama ketika musim penghujan tiba.
“Kita minta ‘goodwill’ agar pengendalian banjir ini bisa dituntaskan seperti harapan masyarakat. Dengan begitu kepercayaan masyarakat bisa tumbuh karena adaya komitmen kita bersama,” kata Masyakur.
Dia mengatakan, masyarakat tentu bertanya-tanya dengan anggaran yang sedemikian besar, apa yang telah dihasilkan. “Jika banjir itu di Kota Samarinda, maka pemerintah kota setempat seperti wali kota sebagai kuncinya harus diajak berkoordinasi di titik mana saja yang akan dibebaskan lahannya untuk menangani banjir,” katanya.
Dia menyontohkan, jika di Samarinda titik yang akan diselesaikan di wilayah Sempaja, maka harus benar-benar difokuskan ke lokasi itu. Jika berhasil, tentu ini akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat.
“Kalau masyarakat memahami manfaat proyek pengendalian banjir, maka mereka diharapkan tidak mematok harga tinggi untuk lahan yang akan dibebaskan. Intinya ada ‘win-win solution’ untuk kepentingan bersama.”
Sementara itu anggota Komisi III DPRD Kaltim lainnya Irwan Faisyal HP mengharapkan pemerintah menuntaskan masalah banjir sebaiknya fokus pada drainase lebih dulu.
“Kecuali jika kondisi jalan mendesak untuk diperbaiki. Jika tidak, sebaiknya focus pembenahan drainase lebih dulu. Kalau drainase sudah baik maka tidak akan terjadi banjir yang menyebabkan kerusakan jalan akibat aspal terendam air banjir,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu














