Jakarta, Aktual.com – Komisi IX DPR RI akan mengusulkan kepada pemerintah agar setiap vaksin dilabeli barcode sebelum diedarkan kepada instansi kesehatan dan masyarakat.

Hal itu dianggap sebagai salah satu cara dalam menjaga kepastian data suatu vaksin saat akan digunakan.

“Bisa juga penggunaan barcode dan akan kami usulkan agar data obat (vaksin) yang sudah terpakai dapat diketahui ketika di scan. Dan tercatat sudah terpakai, maka bisa di-reject,” kata Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf dalam acara diskusi, di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (21/7).

Ia berpandangan, penggunaan barcode bisa membedakan keaslian vaksin yang hanya keluar dari pihak yang memang ditunjuk pemerintah saja, yakni Biofarma selaku produsen.

“Penggunaan barcode tentu tidak akan dapat digunakan oleh pembuat vaksin palsu,”

“Sejauh ini, mudah-mudahan produksi vaksin palsu ini home produksi bukan produksi pabrikan. Karena, kalau pabrikan tentu akan sangat mengkhawatirkan, sudah bisa dipastikan akan bisa juga membuat botol sendiri,” papar politikus Demokrat itu.

()