Jakarta, Aktual.com – Komisi V DPR RI meminta Kementrian Perhubungan dan seluruh stakeholder menyelidiki penyebab jatuhnya Trigana ATR 42 di Papua. Komisi V pun kemudian berencana memperpanjang Panja Keselamatan, Keamanan dan kualitas Penerbangan.

Terkait hal ini, Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis mengaku prihatin dan menyayangkan musibah jatuhnya pesawat tersebut, ditengah perbaikan dunia penerbangan Indonesia pasca jatuhnya pesawat Air Asia QZ 8501 akhir tahun lalu.

Oleh karenanya, Komisi V mendesak Kemenhub berkordinasi dengan Basarnas, TNI/Polri, BMKG, Pemda setempat dan masyarakat untuk bahu membahu mencari dan mengevakuasi pesawat dan korban dari lokasi kecelakaan.

“Kami mendesak KNKT untuk sesegera mungkin melakukan penyelidikan mengetahui penyebab terjadinya kecelakaaan,” ujar Fary, Selasa (18/8).

Selain itu, Komisi V juga mendesak Kemenhub untuk melakukan audit secara keseluruhan pesawat pesawat komersial di jalur perintis.

“Banyak pesawat kecil yang tidak dilengkapi dengan radar cuaca di ruang kemudi. Padahal emergeocy location transiter wajib dipasang,” katanya

Fary menambahkan, pihaknya juga mendesak pemerintah untuk segera membangun dan melengkapi infrastruktur navigasi penerbangan didaerah khususnya Papua.

“Pesawat udara merupakan transportasi andalan di Papua. Infrastruktur bandara bandara perintis perlu mendapat prioritas utama,” tandasnya

Artikel ini ditulis oleh: