OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jakarta, Aktual.com — Menjadi pribadi yang bermanfaat menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya mencari manfaat atau memanfaatkan orang lain.

Ini adalah bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta, yaitu “memberi”.

“Sebaik-baik manusia yaitu, yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah).

Selain itu, kegunaan dari memberikan manfaat kepada orang lain, semuanya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri.

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kita sendiri. (QS. 17:7).”

Dalam Hadis, menyebutkan, bahwa “Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah SWT membantu keperluannya”. (HR. Muttafaq ‘alaih)

“Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang Mukmin dari berbagai kesulitan dunia, Allah SWT akan menyelesaikan kesulitannya tersebut di hari Kiamat. Dan, siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah SWT mudahkan baginya di dunia dan akhirat. (HR. Muslim). ”

Setelah mengetahui “menjadi pribadi yang bermanfaat”, pertanyaanya yakni, bagaimana caranya agar kita menjadi pribadi yang berguna?. Berikut langkah-langkahnya:

1. Niat menjadi pribadi yang bermanfaat.
Kuncinya yaitu kemauan. Kemauan kita memberikan manfaat kepada orang lain. Jika Anda mempunyai harta, Anda bisa memberikan manfaat kepada orang lain dengan harta tersebut.

Bila Anda memiliki ilmu, Anda bisa memberikan manfaat ilmu kepada orang lain. Selanjutnya, jika Anda mempunyai tenaga, Anda bisa memberikan manfaat dari tenaga kita kepada orang lain.

Ini merupakan langkah awal, dimana Anda harus memiliki niat untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Bagaimana pun kondisi kita. Jangan malah mencari-cari cara untuk mendapatkan manfaat dari orang lain bahkan memanfaatkan orang lain.

Apapun kondisi seorang Muslim, kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain tersebut.

2. Lakukan aksi
Mulai dari hal sederhana. Adakah yang bisa kita bantu. Adakah yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki lingkungan, rumah, atau kantor kita?. Banyak yang bisa kita lakukan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

3. Gaya hidup menolong orang lain
Bila memberikan manfaat kepada orang lain sudah menjadi kebiasaan (gaya hidup) kita, maka Anda sudah mulai menjadi pribadi yang bermanfaat.

Sebuah tindakan atau perbuatan, akan menjadi sebuah akhlak saat Anda sudah melakukan dengan biasa tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Kita memberi, belum tentu kepribadian kita. Namun demikian, jika kita sudah biasa memberi dan menjadi lifestyle kita, barulah disebut kepribadian.

4. Tingkatkan manfaat diri kita
Menurut Hadits di atas tidak hanya mengatakan menjadi pribadi yang bermanfaat, tetapi ada kata superalif yaitu “paling”. Artinya kita ditantang untuk menjadi juara dalam kebaikan.

Kita harus menjadi yang paling memberikan manfaat kepada orang lain. Bukan sekedar memberikan manfaat.

Caranya, Anda harus meningkatkan kuantitas dan kualitas kebaikan kita. Kuantitas bisa dilihat dari frekuensi dan besarnya apa yang kita berikan kepada orang lain. Sementara itu, kualitas manfaat ditingkatkan dengan cara meningkatkan kualitas diri kita. Yakni, dengan meningkatkan keterampilan dan kemampuan kita, sehingga apa yang kita berikan semakin bermanfaat bagi orang lain.

5. Raih manfaat
Anda harus menghindari dari semua penghapus pahala amal, yaitu ketidakikhlasan (atau riya’).

Jadi, agar kita benar-benar mendapatkan dari manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas. Ikhlas menjadi kunci diterimanya amal. Dan, hanya amal yang diterima Allah SWT yang akan memberikan manfaat kepada seorang Muslim, baik di dunia dan akhirat.

“Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah-pun, ia akan mendapatkan balasannya. (QS. Al Zalzalah:7).”. (Dari Berbagai Sumber)

()

()