Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberi kesaksian dalam sidang lanjutan terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto di pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/2). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi-saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo menyatakan tengah mencari bukti pendukung adanya aliran uang bancakan proyek e-KTP ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pernyataan tersebut menyusul pengakuan dari terdakwa mantan Ketua DPR Setya Novanto di persidangan kemarin tentang adanya aliran dana sebesar USD 520 ribu dari Andi Agustinus alias Andi Narogong ke Ganjar Pranowo.

Agus mengatakan belum dijeratnya Ganjar dalam perkara ini, lantaran KPK masih mencari bukti pendukung dari pengakuan Novanto dan saksi lain.

“Data pendukung untuk itu (Bukti Ganjar Terima Uang) masih kita cari,” kata dia.

Agus mengatakan, pengakuan soal adanya aliran dana ke Ganjar itu pun sempat diungkapkan mantan Politikus Partai Hanura Miryam S Haryani.

“kita sudah pernah mendengar yang sampaikan Miryam kalau tidak salah,” kata dia.

Namun lagi-lagi sambung Agus pihaknya membutuhkan bukti pendukung untuk menjerat calon Gubernur Jawa Tengah Incumbent dari PDIP tersebut.

Sebelumnya Novanto blak-blakan mengungkapkan adanya jatah uang bancakan proyek e-KTP ke Ganjar Pranowo.

Novanto bercerita, dugaan tersebut diperkuat dengan keterangan Anggota DPR F-Golkar kala itu (alm) Mustoko Weni dan Anggota DPR F-Demokrat (alm) Ignatius Mulyono. Kedua Anggota DPR itu pernah melaporkan kepada Novanto bahwa uang dari Andi sudah dibagikan kepada Anggota Komisi 2 DPR dan Badan Anggaran DPR. “dari Mustoko Weni terus ke pak Ganjar dan itu disebut namanya pak Ganjar,” kata mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu.

Kemudian, Novanto menyatakan kalau pernyataan Mustoko dan Ignatius dibenarkan oleh mantan Anggota DPR Miryam S. Haryani. “bu Miryam juga menyatakan hal yang sama,” kata Novanto.

Novanto pun berusaha mengklarifikasi langsung informasi pemberian uang kepada Komisi 2 dan Banggar kepada Ganjar. Politikus PDIP itu menjawab kalau permasalahan pembagian uang diketahui Ketua Komisi 2 DPR saat itu, Chairuman Harahap.

“saya nanya apakah sudah selesai dari teman-teman? pak Ganjar waktu itu menjawab ya itu semua urusannya yang tahu pak Chairuman,” kata mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu.

(Nebby)