Tersangka korupsi pengadaan quay container crane (QCC) di Pelindo II tahun 2010 Richard Joost Lino tiba di Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (5/2/2016). Mantan Dirut Pelindo II itu diperiksa untuk pertama kalinya setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Jakarta, Aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendeteksi soal lalu lintas tersangka kasus pengadaan Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II, Richard Joost Lino.

RJ Lino diketahui kedapatan pergi ke luar negeri bersama sejumlah politikus. Dari unggahan foto di akun Instagram milik Politikus Gerindra Heri Gunawan, @herigunawan88, RJ Lino tengah berada di dalam sebuah pesawat bersama sejumlah politikus. Di antaranya ada Heri Gunawan, Politikus Partai Golkar Misbakhun, Politikus Nasdem Akbar Faisal dan Politikus PKS Abubakar Al Habsyi.

Foto tersebut diunggah pada 6 Juli 2019. Pada keterangan lokasi dalam unggahan tersebut tertulis mereka sedang berada di Dubai International.

“KPK pasti tahu dan jika diperlukan pemeriksaan sebagai tersangka akan dilakukan pemanggilan. Tapi sekarang fokus kami itu pemeriksaan sebagai saksi dahulu terhadap pihak-pihak lain,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah ditulis, Rabu (17/7).

Febri mengaku akan mengecek terlebih dahulu apakah masih ada pencegahan ke luar negeri untuk RJ Lino. Menurut Febri jika masa pencegahan ke luar negeri sudah habis dan tak ada perpanjangan maka memang tidak bisa dilakukan pelarangan kepada siapa pun.

“Yang pasti pelarangan ke luar negeri itu ada batas waktunya. Batas waktunya enam bulan dan diperpanjang selama enam bulan. Kalau lebih dari itu tentu KPK tidak bisa memaksakan pelarangan,” kata Febri.

KPK sendiri pernah mencegah RJ Lino pada 30 Desember 2015. Pencegahan tersebut seiring penetapan tersangka RJ Lino. Namun sejauh ini belum ada informasi lanjutan terkait pencegahan ke luar negeri untuk Lino.

Kasusnya sudah berumur hampir 4 tahun sejak RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka pada 2015 lalu. KPK saat ini tengah fokus mengidentifikasi secara lebih rinci kerugian keuangan negara yang diakibatkan dari rasuah pengadaan QCC ini.

KPK menetapkan Lino sebagai tersangka korupsi atas pengadaan tiga Quay Container Crane tahun anggaran 2010. Lino disebut telah menunjuk PT Wuxi Huadong Heavy Machinery Ltd sebagai perusahaan penggarap proyek. Penunjukkan perusahaan asal Tiongkok itu dilakukan tanpa proses lelang.

(Arbie Marwan)