Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri. Foto: Dok VOI/Wardhany T

Jakarta, aktual.com – KPK memutuskan untuk tidak memberikan dukungan hukum kepada Ketua KPK nonaktif, Firli Bahuri, dalam konteks kasus hukumnya di Polda Metro Jaya.

“Pimpinan KPK sepakat untuk tidak memberikan bantuan hukum terkait penyidikan perkara dugaan korupsi yang sedang berproses di Polda Metro Jaya,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (28/11).

Ali menerangkan keputusan tersebut diambil setelah KPK menggelar rapat internal antara pimpinan, pejabat struktural dan biro hukum KPK.

“Rapat pimpinan kemudian membahasnya dan berkesimpulan bahwa tentu dugaan tindak pidana yang sedang berproses di Polda Metro Jaya ini tidak sesuai dengan ketentuan dalam peraturan pemerintah dimaksud begitu sehingga KPK tidak memberikan bantuan hukum,” ujarnya.

Ali mengatakan keputusan untuk tidak memberikan bantuan hukum tersebut juga sesuai dengan ketentuan dan mekanisme aturan hukum yang berlalu.

“Kami penegak hukum, apa yang kemudian kami kerjakan, kami lakukan, kami pastikan patuh pada semua aturan hukum. Kami tidak akan pernah melanggar aturan hukum itu sendiri. Oleh karena itu dasar hukum itulah yang menjadi pegangan kami,” ujarnya.

Polda Metro Jaya telah menetapkan Firli Bahuri (FB) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Rabu malam.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, menyatakan bahwa penetapan status tersangka terjadi setelah dilakukan gelar perkara pada Rabu (22/11).

Terkait dengan status tersangka, Firli Bahuri kemudian dihentikan sementara dari jabatan Ketua KPK berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 116 Tahun 2023, yang diterbitkan pada tanggal 24 November 2023.

Secara bersamaan, Presiden RI Joko Widodo menunjuk Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango sebagai Ketua KPK sementara untuk menggantikan Firli.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Rizky Zulkarnain