Bantul, aktual.com – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengharapkan partisipasi masyarakat daerah ini dalam Pemilu 2019 tetap dipertahankan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2020.

Komisioner KPU Bantul Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Musnif Istiqomah di Bantul, Jumat, mengatakan, angka partisipasi yang sudah dicapai pada Pemilu 2019 untuk Pilpres mencapai 87,9 persen sedangkan untuk Pileg kabupaten 91 persen.

“Nah angka partisipasi pemilih yang tinggi ini harapan ke depan tetap dapat kita pertahankan meskipun pada faktanya ada tren penurunan partisipasi dari pemilu (pemilihan umum) ke pilkada (pemilihan kepala daerah),” katanya.

Menurut dia, pada Pemilu 2014 partisipasi masyarakat Bantul mencapai 81,3 persen, sementara pada Pilkada Bantul 2015, partisipasi masyarakat Bantul yang menggunakan hak pilihnya datang ke TPS mencapai 75,37 persen.

“Tren penurunan ini bisa jadi akan terjadi pada Pilkada Bantul 2020, akan tetapi kita selaku penyelenggara tetap berupaya maksimal agar partisipasi masyarakat Bantul mengalami peningkatan dibandingkan Pilkada 2015,” katanya.

Oleh karena itu, dia juga mengharapkan peran media massa dalam memberitakan maupun memberikan informasi kepada masyarakat tentang tahapan-tahapan Pilkada Bantul 2020, seperti yang dilakukan pada Pemilu 2019.

“Dan harapannya ke depan pada penyelenggaraan Pilkada Bantul 2020, KPU dengan media bisa kerja sama dengan baik untuk selalu memberi layanan informasi maupun pendidikan politik kepada masyarakat,” katanya.

Musnif mengatakan, untuk tahapan Pilkada 2020, pihaknya sudah melakukan sosialisasi-sosialisasi kepada beberapa segmen masyarakat mengenai pelaksanaan Pilkada serentak, yang mana Bantul merupakan satu dari sekitar 270 daerah di Indonesia yang akan melaksanakan pilkada.

“Pada 1 November kita sudah sampai pada tahapan sosialasi kepada masyarakat, kemudian pada 24 November nanti di Stadion Sultan Agung Bantul KPU akan meluncurkan maskot dan jingle pemilihan, yang itu merupakan bagian dari sosialisasi kami,” katanya. [Eko Priyanto]

(Zaenal Arifin)