Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Idham Holik. INSTAGRAM@KPU_RI

Jakarta, Aktual.com – Anggota Divisi Teknis Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Idham Holik menyampaikan, Indonesia tidak pernah memiliki riwayat “pemilu berdarah” (blood election).

Hal ini menandakan bahwa Indonesia sukses dalam penyelenggaraan Pemilu, meski ada letupan-letupan kecil yang menjadi dinamika.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang sukses menyelenggarakan Pemilu, dari Pemilu ke Pemilu. Dan kami tegaskan dari Pemilu ke Pemilu tidak ada yang namanya Pemilu berdarah atau blood election,” kata Idham dalam acara Conference of Indonesian Foreign Policy di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2023).

Menurut Idham, ajang pemilihan tiap lima tahun sekali itu selalu berjalan kondusif dan terkendali. Demokrasi di Indonesia, kata Idham, memiliki ketahanan di tengah isu global soal demokrasi yang tengah mengalami kemunduran (democratic back sliding).

“Pemilu di Indonesia selalu diselenggarakan dalam suasana yang kondusif, walaupun seringkali ada letupan-letupan kecil tapi tetap terkendali,” imbuh dia.

Idham menyampaikan, Indonesia adalah salah satu negara demokrasi terbesar karena jumlah penduduknya mencapai 278,8 juta jiwa.

Tahun 2024 merupakan tahun kedaulatan bagi rakyat Indonesia lantaran Pemilu tahun depan tidak hanya untuk memilih presiden dan calon presiden, tetapi juga memilih anggota legislatif dan kepala daerah secara serentak.

“Itu lah kenapa kami sebut 2024 sebagai tahun kedaulatan rakyat. Di 2024 untuk Pemilu serentak, kami akan menyelenggarakan pemungutan suara pada 14 Februari 2024 hari Rabu,” jelas Idham.

Tahun 2024, pemilihan akan diselenggarakan di 2.749 daerah pemilihan (dapil), dengan populasi pemilih sebanyak 204.807.222 orang yang tersebar di 823.220 tempat pemungutan suara (TPS).

Data tersebut sudah termasuk pemilih diaspora atau pemilih luar negeri yang berjumlah 1.750.474 orang dengan 3.059 TPS. “Pemungutan suara di luar negeri itu diselenggarakan oleh 128 TPLN yang berada di 128 perwakilan negara di luar negeri,” kata Idham.

Artikel ini ditulis oleh:

Reporter: Ilyus Alfarizi
Editor: Jalil

Tinggalkan Balasan