Jakarta, Aktual.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno menegaskan bahwa pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tak diwajibkan untuk hadir dalam acara debat tak resmi.

“Kalau tak datang (debat) juga tak masalah,” ujar dia, saat dihubungi wartawan, Rabu (21/12).

hal sebaliknya, ketiga pasangan calon diwajibkan untuk mengikuti debat resmi yang diselenggarakan KPU.”kalau debat resmi wajib ikut,” tegasnya.

Pernyataan sumarno tersebut, disampaikan seiring beberapa stasiun televisi nasional yang menyelenggarakan debat para calon gubernur DKI.

Ia mengatakan tak akan melarang televisi menyelanggarakan acara debat sebagai bagian sosialisasi bagi masyarakat, dengan catatan tidak memaksakan seluruh calon untuk ikut.

“Tidak ada larangan, itu hak televisi swasta yang penting calonnya mau datang,” kata Ketua KPU DKI, Sumarno,

Seperti diberitakan, debat resmi Pilgub DKI dijadwalkan berlangsung tiga kali yakni pada 13 Januari, 27 Januari, dan 10 Februari 2017. Tiga kali debat ini diikuti oleh cagub dan calon wakil gubernur. Debat nantinya dipandu seorang moderator. Moderator akan mengajukan pertanyaan yang telah disusun panelis.

Sebelumnya, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan 1, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak takut berdebat. Namun, AHY hanya akan mengikuti debat resmi yang dilaksanakan KPU DKI.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Media dan Juru Bicara Tim Pemenangan AHY-Sylviana Murni, Imeldasari, Rabu (21/12).

“Kalau ada yang mengatakan Mas Agus takut berdebat, ini penjelasannya. Debat yang diadakan oleh KPU DKI sebagai lembaga resmi itu bulan Januari dan Februari 2017. Jadi, di luar itu bukan atau tidak menjadi keharusan bagi pasangan calon untuk memenuhinya,” kata Imelda.

Ibaratnya, Menurut Imelda yang juga Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, debat yang diselenggarakan KPU DKI seperti ujian nasional.

“Setiap calon harus datang, kalau tidak datang bisa tidak lulus. Sedangkan debat yang diselenggarakan oleh televisi-televisi swasta itu ibarat try out (uji coba), kita bisa ikut, juga bisa tidak,” tegasnya.

Dia menjelaskan, AHY-Sylvi merupakan pendatang baru. Karenanya, bertemu dengan konstituen menjadi pilihan utama.

“Mas Agus dan Mpok Sylvi fokus bertemu konstituen sebanyak-banyaknya untuk mengenalkan diri sekaligus berdialog menyerap aspirasi,” jelasnya.

(Nebby)