Pemerintah terbitkan surat utang negara. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Pemerintah menyerap dana sebesar Rp6,01 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp10,9 triliun.

Keterangan pers tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Rabu (17/5) menyebutkan jumlah dana diserap Rp6,01 triliun itu berasal dari seri SPNS03112017, PBS013, PBS014, PBS011 dan PBS012.

Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS03112017 mencapai Rp2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,43734 persen dan imbalan secara diskonto.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 3 Nopember 2017 sebesar Rp5,87 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 5,34375 persen dan tertinggi 6,15625 persen.

Jumlah dimenangkan untuk seri PBS013 sebesar Rp1,98 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,9862 persen dan tingkat imbalan 6,25 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2019 ini mencapai Rp2,1 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,8125 persen dan tertinggi 7,46875 persen.

Untuk seri PBS011, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,44 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,35985 persen dan tingkat imbalan 8,75 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2023 ini mencapai Rp0,68 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,25 persen dan tertinggi 7,62 persen.

Untuk seri PBS012, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,59 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,99133 persen dan tingkat imbalan 8,75 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Nopember 2031 ini mencapai Rp1,5925 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,875 persen dan tertinggi 8,0625 persen.

(Eka)