Jakarta, Aktual.com – Proses pemungutan dan penghitungan suara pemilu 2024 pada umumnya berlangsung lancar, namun, catatan hasil pemantauan dari berbagai lembaga pemantau pemilu menunjukkan beberapa kendala.

Ketua Pengawal Demokrasi Nusantara (PeDeNus) Muchtar Taufiq, berkesempatan menyampaikan hasil pemantauan pengawasan pemilu kepada Bawaslu dalam acara “Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partispatif” bertempat di Hotel Sunlake Jakarta Utara.

Muchtar Taufiq dalam laporannya menyampaikan, Terdapat beberapa kendala diantara turunnya hujan di daerah Jakarta hingga menyebabkan kondisi jalan tergenang air , yang menyebabkan kesulitan bagi petugas pemungutan suara serta akses bagi masyarakat dan terutama disabilitas dalam menyampaikan hak suara nya.

“Malam hari sebelum pencoblosan seperti yang kita ketahui wilayah jakarta di guyur hujan deras, banyak daerah juga terendam banjir dan terjadi banyak kendala pada TPS tempat menyalurkan hak suara khususnya bagi masyarakat dan juga disabilitas,” ucap Ketua PeDeNus, Muchtar Taufiq, di Jakarta (23/02).

Selain itu terdapat faktor utama yaitu minim nya pengetahuan bagi kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang tidak merata dan kurangnya pengawasan terhadap kerahasiaan pemilih menjadi perhatian utama.

“Saya dapati masih banyak petugas KPPS yang tidak tahu bagaimana jalan nya perhitungan suara, hingga masih banyak di Temui kendala pada saat perhitungan suara, padahal sudah dilakukan bimbingan teknis (Bimtek) pada saat sebelum hari pencoblosan,” Imbuhnya.

Pemungutan suara lanjutan dan relokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) akibat hujan dan banjir yang melanda wilayah nya berdampak kepada kurangnya persiapan penyelenggara terhadap perubahan kondisi cuaca sebelum hari pemungutan suara.

Ketua PeDeNus sekaligus Mantan ketua Bawaslu Jakarta Selatan itu mengungkapkan, Pemetaan yang kurang akurat terhadap lokasi TPS yang rawan tergenang berdampak pada relokasi TPS, menyebabkan pembukaan TPS terlambat.

“Seperti yang sudah di jadwalkan oleh KPU kapan pemungutan suara dan perhitungan suara itu sudah diatur jam nya, namun karena kendala hujan beberapa TPS menjadi terlambat dalam membuka TPS,” ungkapnya.

Lanjut, Adanya publikasi pilihan oleh pemilih melalui media sosial dan grup WhatsApp menimbulkan kekhawatiran terkait kerahasiaan.

“Saya masih banyak mendapatkan laporan terkait pemilih yang menggunakan alat komunikasi (handphone) di dalam bilik nya ketika pencoblosan, ini tentu menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran bagi kerahasiaan suara dalam pemilu tahun ini,” tandasnya.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Ilyus Alfarizi

Tinggalkan Balasan