Cibinong, aktual.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengidentifikasi satu spesies baru katak, tiga spesies baru kodok wayang, satu spesies baru cicak, dan satu spesies baru burung.

Peneliti bidang herpetologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Amir Hamidy di Pusat Penelitian Biologi LIPI di Cibinong, Jawa Barat, Selasa (8/10), menjelaskan spesies katak yang baru diidentifikasi dinamai katak tanduk Kalimantan (Megophrys kalimantanensis).

Tim peneliti dari LIPI, Kyoto University dan Aichi University of Education di Jepang, Institut Teknologi Bandung, serta Universitas Negeri Semarang mendeskripsikan jenis katak baru itu. Temuan mereka dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa vol.4679.

Katak tanduk Kalimantan ditemukan dalam ekspedisi di pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, Bario (Sarawak), dan pegunungan Crocker di Sabah, Malaysia.

Morfologi katak tanduk Kalimantan sangat mirip dengan katak tanduk pinokio (Megophrys nasuta), yang tersebar luas di Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.

“Jenis baru ini memiliki tanduk atau dermal accessory pada bagian moncong dan mata yang lebih pendek jika dibandingkan dengan katak tanduk pinokio,” kata Amir.

Katak tanduk Kalimantan juga memiliki sepasang lipatan lateral tambahan pada sayap. Pada katak jantan, lipatan lateral tambahan pada sayap variasinya lebih banyak dan lebih panjang jika dibandingkan dengan katak tanduk pinokio.

(Zaenal Arifin)