Jakarta, Aktual.Com-Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai jika aksi demonstrasi pada Jumat 4 November 2014, sangat kental dengan muatan politis.

Menurut Boni, ada tiga hal yang menjadi alasan, yakni :

Pertama, gerakan tersebut berlangsung ditengah momentum menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017.

Kedua, gerakkan berjubah agama itu telah dipelintir oleh sebagian aktor menjadi gerakan politik melawan Pemerintahan Jokowi.

“Hal ini terungkap misalnya dalam rekaman video orasi Ahmad Dhani yang dengan jelas menghina Presiden Jokowi dengan memakai kata “anjing”, “ungkap Boni di Kawasan Cikini, Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Alasan ketiga kata Boni, gerakkan ini diawali dengan konferensi pers politik oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, 2 November lalu.

“Substansi konferensi pers memperlihatkan kepanikan dan kemarahan SBY terhadap Ahok dan Pemerintahan Jokowo,” tegas Boni.

Dalam konteks ini, kata Boni wajar jika logika normal menarik kesimpulan bahwa SBY adalah aktor politik dibalik gerakkan ini.

Apalagi tambah Boni konferensi pers Cikeas jelas bukan sebuah upaya koreksi terhadap pemerintahan tetapi sebuah gerakkan kekuasaan untuk kepentingan Pilkada DKI Jakarta, mengingat Putra SBY, Agus Yudhoyono juga ikut bertarung

“Kalau saja Agus tidak ikut dalam pertarungan, publik bisa menghargai niat baik SBY dalam konferensi pers tersebut,” cetus Boni.

(Bawaan Situs)