Jakarta, aktual.com – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, menyayangkan penolakan mahasiswa terhadap undangan Presiden Joko Widodo untuk melakukan dialog, terkait dengan undang-undang baik yang masih direncanakan maupun yang sudah disahkan menjadi undang-undang.

Dirinya menilai adat ketimuran Bangsa Indonesia, yakni yang lebih muda menghormati yang lebih tua, khususnya yang dimiliki generasi muda, sudah luntur.

“Saya sangat khawatir dengan adat ketimuran kita saat ini, dengan melihat sikap mahasiswa yang menolak undangan presiden untuk berdialog,” ucap Surya Paloh dalam pengenalan dan pengarahan kader NasDem di Jakarta, Minggu (29/9).

Selain itu, Surya Paloh menilai penolakan mahasiswa terhadap undangan presiden untuk berdialog di tempat terbuka justeru tidak menunjukkan nilai demokratis.

“Adik-adik mahasiswa justru meminta berjumpa di tempat terbuka dengan disiarkan langsung melalui tv, apakah ini demokrasi?,” tanyanya.

Seperti diketahui, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada d Indonesia, melakukan aksi demonstrasi terkait dengan beberapa issue yang disampaikan, terutama terkait RKUHP dan UU KPK yang sudah disahkan oleh DPR.

Surya Paloh menegaskan bahwa, partainya sangat menghormati dengan sikap kritis mahasiswa. Namun mengkhawatirkan dengan kelompok lain yang mengambil kesempatan ini untuk membuat agenda tersembunyi.

“Nasdem menghormati itu. Nasdem berupaya sepenuhnya membangun komunikasi, baik dialog apapun agar tetap bisa membangun keutuhan agar tidak memberikan kesempatan kepada provokator politik dan kaum radikal dinegeri ini yang ikut memperkuat barisan aksi mahasiswa dibungkus yang sama menentang RUU KPK. Tapi memliki upaya kelanjutan sendiri agenda sendiri hidden agenda,” jelasnya.

(Zaenal Arifin)