Sebuah alat berat diangkut ke atas kapal kargo di Pelabuhan Rakyat Kalimas, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/6). Pemerintah menganggarkan sekitar Rp20 triliun untuk membangun 500 unit kapal komersial guna memenuhi kebutuhan pelabuhan rakyat. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/Asf/aww/15.

Jakarta, Aktual.com — Direksi Jakarta International Container Terminal (JICT), terutama Direktur Operasional Kim Chang Su, dinilai abai atas keselamatan kerja karyawan. Hal ini terlihat dari serangkaian kebijakan efisiensi sehingga mengakibatkan beberapa kecelakaan kerja yang belakangan ini sering terjadi.

Pernyataan ini terkait kecelakaan Quay Crane nomor 17 saat melayani kapal NYK Fukushima, dimana kabel putus menghantam dan memecahkan kaca depan kabin alat yang membahayakan keselamatan pekerja JICT.

Menaggapi hal itu, Ketua Serikat Pekerja JICT (SP JICT) Nova Hakim, mengecam kejadian tersebut dan menyampaikan beberapa hal.

“SP heran dengan serangkaian kecelakaan yang terjadi di JICT . Selain kejadian diatas, saat bulan Februari lalu telah terjadi kecelakaan alat QC nomor 11 saat melayani kapal APL Denver yang telah mengakibatkan kabel alat putus dan merusak mobil maintenance. Selain itu awal September lalu alat RTGC tiba-tiba mengalami kerusakan saat melayani kegiatan ekspor,” kata Nova dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9).

SP telah mengirimkan surat kepada manajemen agar melakukan review terhadap kebijakan maintenance dan investasi alat. Namun, ,melihat mulai banyaknya kecelakaan, surat dari SP sepertinya diabaikan.

Pihaknya juga menyayangkan sikap BOD JICT yang melakukan serangkaian mutasi dan PHK sehingga mengabaikan kondisi alat bongkar muat, dan saat ini pekerja mengalami demotivasi sehingga berdampak kepada kinerja pelayanan bongkar muat.

“SP menilai dewan Direksi tidak punya itikad baik menyelesaikan masalah mutasi dan malah memperparah dengan kebijakan memindahkan karyawan mutasi ke Ruko. Tentu hal ini sangat kontra produktif,”

“SP menginginkan Dewan Direksi JICT dievaluasi, baik oleh Pelindo II maupun Hutchison agar terjadi perbaikan kondisi alat maupun kinerja terminal,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh: